Tambang Emas Ilegal Boaelmo
Diprotes soal Penertiban Alat Berat di Lokasi Tambang Ilegal, Kapolres Boalemo: Saya Harus Tegas
Kapolres Boalemo, AKBP Sigit Rahayudi menyatakan komitmen untuk menertibkan seluruh aktivitas tambang emas ilegal atau Pertambangan Emas Tanpa Izin
Penulis: Nawir Islim | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/FotoKapolres-Boalemo-AKBP-Sigit-Rahayudi.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Kapolres Boalemo, AKBP Sigit Rahayudi menyatakan komitmen untuk menertibkan seluruh aktivitas tambang emas ilegal atau Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Kabupaten Boalemo.
Sebagai tanda keseriusannya, Kapolres tak pandang bulu alias tidak tebang pilih. Siapa pun melanggar aturan akan ditindak tegas.
Hal itu disampaikan Kapolres Sigit saat dihubungi TribunGorontalo.com, menyusul video perdebatan antara dirinya dengan pelaku PETI bernama Yosi Marten Basaur.
Dalam video tersebut, Kapolres terlihat berbicara dengan nada tinggi kepada Marten.
Namun ia membantah tudingan telah melakukan kekerasan fisik.
“Saya hanya menginjak bagian bawah kursi, bukan menendang orang. Itu pun karena saya emosi tapi bukan untuk menyakiti,” ujarnya.
Adapun insiden ini terjadi di ruang Satreskrim Polres Boalemo, Selasa (3/6/2025).
Kala itu Marten datang bersama Bripka HS dan beberapa warga untuk meminta klarifikasi soal penertiban alat berat di Desa Sari, Kecamatan Paguyaman.
“Tim kami turun karena tambang itu sudah merusak lingkungan dan mengubah aliran sungai. Sudah ada imbauan dari Kapolsek, tapi pelaku tetap lanjut. Maka kami ambil tindakan,” jelasnya.
AKBP Sigit menyebut dirinya naik pitam karena Marten kerap menyebut nama pejabat Polda secara tidak benar dan mencoba mengintimidasi anggotanya.
“Saya hanya membela anggota yang bekerja sesuai aturan. Saya harus tegas,” ujarnya.
Ia juga membantah adanya setoran Rp 30 juta per alat berat seperti yang diungkapkan pelaku PETI.
“Kalau ada bukti, silakan dibuka ke publik. Kami bekerja berdasarkan hukum, bukan kompromi,” katanya.
Baca juga: BREAKING NEWS: Seorang Anggota TNI Gorontalo Dikeroyok 2 Brimob Papua Barat Bersama 7 Warga
Lebih lanjut, Kapolres mengungkapkan bahwa pihaknya baru saja menertibkan tambang ilegal di Saripi, Kecamatan Paguyaman.
Sejumlah barang bukti dan saksi telah diamankan dan tengah didalami oleh penyidik.