Berita Kota Gorontalo
270 Unit Rumah Akan Dibangun untuk ASN Pemkot Gorontalo, Bakal Ditinggal Wali Kota
Program ambisius ini diperuntukkan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), serta tenaga honorer yang sela
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Deretan-perumahan-ilustrasi-dari-ratusan-rumah-tinggal.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Sebanyak 270 unit perumahan akan segera dibangun di Kota Gorontalo.
Program ambisius ini diperuntukkan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), serta tenaga honorer yang selama ini mengabdi di lingkungan Pemerintah Kota Gorontalo.
Pembangunan rumah-rumah tersebut akan dipusatkan di Kelurahan Dulomo, Kecamatan Kota Utara.
Proyek ini merupakan bagian dari program strategis pemerintah pusat untuk menyediakan tiga juta unit rumah bagi masyarakat Indonesia, khususnya kalangan ASN yang belum memiliki rumah pribadi.
Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Gorontalo, Ferdy Yahya, menjelaskan bahwa mekanisme pengambilan rumah bagi ASN dan honorer hampir sama seperti proses Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pada umumnya.
Namun, ada keuntungan khusus yang diberikan kepada para abdi negara ini.
“Jadi, ada keringanan dari sisi uang muka. Uang mukanya nol persen. ASN maupun honorer hanya perlu membayar angsuran bulanan,” ungkap Ferdy saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (2/6/2025).
Menurut Ferdy, skema pembiayaan dilakukan melalui KPR, bekerja sama dengan bank-bank yang sudah ditunjuk sebagai pemberi kredit.
Ia juga menekankan bahwa saat ini pihaknya sedang bekerja dengan cepat agar proses pembangunan bisa segera dimulai.
"Pengerjaan akan dilakukan secepat mungkin sesuai arahan dari Pak Wali Kota. Kami sudah siapkan semuanya untuk mempercepat realisasi," tegasnya.
Ferdy juga mengingatkan bahwa program subsidi ini hanya berlaku satu kali bagi setiap ASN dan honorer.
Artinya, jika sudah pernah mengambil rumah bersubsidi dari pemerintah, maka tidak bisa mengajukan lagi.
"Semua proses akan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing, seperti gaji bulanan, tanggungan, dan hasil BI checking," tambah Ferdy.
Sementara itu, Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea telah meninjau langsung lokasi yang akan dijadikan kompleks perumahan tersebut.
Dalam kunjungan itu, ia didampingi oleh Masali, pihak pengembang atau developer yang akan bekerja sama dengan Pemkot.
Adhan menegaskan bahwa dirinya sebagai kepala daerah siap memfasilitasi para pegawai yang ingin memiliki rumah layak dan terjangkau.
“Saya sebagai Wali Kota hanya memfasilitasi. Sesuai data yang kami miliki, cukup banyak pegawai yang belum memiliki rumah pribadi,” ujar Adhan.
Tak hanya itu, Adhan bahkan menyatakan akan membeli rumah di kompleks perumahan ini dan tinggal bersama para pegawai yang lain.
“Saya akan ambil di depan. Saya akan bergabung dengan pegawai. Insya Allah,” kata Adhan dengan penuh semangat.
Pegawai juga diberi kebebasan untuk memilih tipe rumah yang sesuai kebutuhan.
Untuk tipe 36 plus, angsuran per bulan dipatok sekitar Rp1.100.000 selama 20 tahun.
Namun, besaran angsuran tersebut bisa disesuaikan tergantung tenor atau jangka waktu pinjaman yang dipilih.
“Artinya, ini akan menjadi satu kompleks perumahan khusus ASN Kota Gorontalo,” imbuhnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.