Berita Nasional
TNI AL Gagalkan Penyelundupan Rp46,8 Miliar Benih Lobster , DPR: Langkah Strategis Selamatkan Negara
Aksi cepat dan tanggap prajurit TNI Angkatan Laut kembali membuktikan komitmen pertahanan maritim Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/TNI-Ak-Berhasil-Gagalkan-Peyeludupan-Benih-Lobster-di-Merak-xa.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM-Aksi cepat dan tanggap prajurit TNI Angkatan Laut kembali membuktikan komitmen pertahanan maritim Indonesia.
Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Lanal Banten berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 199.800 ekor benih bening lobster (BBL) di Pelabuhan Merak, Banten.
Penyelundupan tersebut diperkirakan berpotensi menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 29,97 miliar, menjadikannya salah satu penggagalan terbesar dalam kurun tahun ini.
Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PAN, Okta Kumala Dewi menyebut, keberhasilan TNI Angkatan Laut, khususnya F1QR Lanal Banten yang menggagalkan penyelundupan 199.800 ekor Benih Bening Lobster (BBL) di Pelabuhan Merak, Banten, sebagai langkah strategis menyelematkan kekayaan negara.
Baca juga: Ramalan Zodiak Libra, Scorpio, Sagitarius Hari ini 3 Juni 2025: Cinta, Karier hingga Keuangan
Estimasi nilai kerugian negara yang berhasil diselamatkan mencapai Rp 29,97 miliar atau hampir Rp 30 miliar.
“Ini bukan sekadar operasi penangkapan, tapi langkah strategis yang menyelamatkan kekayaan negara. TNI AL menunjukkan bahwa negara tidak tinggal diam terhadap ancaman yang menyasar sumber daya laut kita,” kata Okta, kepada wartawan Senin (2/6/2025).
Baca juga: Apakah ini Simbol Politik? Pertemuan Megawati, Prabowo, dan Gibran Curi Perhatian Publik
Legislator dari daerah pemilihan Banten III ini juga mengapresiasi kepemimpinan dan arahan Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL), Laksamana TNI Muhammad Ali, yang terus mendorong penguatan peran TNI AL dalam mengamankan wilayah laut dari segala bentuk ancaman, termasuk penyelundupan sumber daya hayati laut.
“Kami melihat bagaimana arahan dan kebijakan KASAL sangat berpengaruh terhadap kesiapsiagaan prajurit di lapangan. Ini bukti bahwa kepemimpinan di tubuh TNI AL berjalan efektif dan responsif terhadap isu-isu keamanan maritim,” ucap Okta.
Okta menekankan bahwa penyelundupan benih lobster tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga merampas hak nelayan lokal atas sumber daya laut yang seharusnya menjadi tumpuan kesejahteraan mereka.
“Setiap benih yang diselundupkan keluar negeri adalah satu peluang ekonomi yang hilang dari tangan nelayan kita. Maka mendukung TNI AL berarti juga menjaga hak rakyat atas sumber daya bangsa ini,” ujarnya.
Okta meminta agar aparat penegak hukum mengusut tuntas jaringan penyelundupan benih lobster ini, termasuk aktor-aktor yang berada di balik layar.
“Penegakan hukum jangan hanya berhenti pada pelaku lapangan. Harus ditelusuri siapa yang memfasilitasi dan menikmati keuntungan dari kejahatan ini. Negara tidak boleh kalah dari mafia sumber daya laut,” ujarnya.
Lebih lanjut, Okta menyoroti posisi strategis wilayah Banten, sebagai jalur laut utama yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera serta menjadi titik rawan aktivitas penyelundupan.
Baca juga: Ramalan Zodiak Cancer, Leo, Virgo Hari ini 3 Juni 2025: Cinta, Karier, hingga Keuangan
Hal ini, menurutnya, menuntut penguatan sistem pengawasan laut secara menyeluruh.
“Wilayah pesisir Banten perlu mendapatkan perhatian khusus. Perlu ada sistem pengawasan berbasis teknologi dan kolaborasi antarlembaga, termasuk peningkatan kehadiran unsur TNI AL, untuk menutup celah-celah penyelundupan ilegal,” katanya.