Anak Kadisnakertrans Diperas
Kadisnakertrans di Gorontalo Jadi Korban Pemerasan hingga Ancaman Mutilasi, Pelaku Ngaku Polisi
Keluarga Yakob Musa, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo, menjadi korban pemerasan.
Penulis: Nawir Islim | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Suasana-pertemuan-Amel-Musa-dan-ayahnya-Yakob-Musa.jpg)
Kali ini bukan suara Amel yang terdengar, melainkan suara pria yang langsung melontarkan ancaman.
"Pelaku bilang kalau uang tidak segera ditransfer malam itu juga, anak saya akan diperkosa bahkan dimutilasi. Kami panik luar biasa," ucap Yakob menahan tangis.
Setelah mendengar ancaman pelaku, Yakob bersama istrinya segera berangkat dari Gorontalo ke Jakarta pada malam itu juga.
Setibanya di Bekasi, mereka langsung menuju Polres Bekasi untuk melaporkan kejadian yang dialaminya.
Pihak kepolisian langsung mencari keberadaan Amel, namun Amel belum ditemukan.
Nomor handphone Amel juga tidak bisa dihubungi, Yakob Musa dan istrinya dilanda kepanikan.
Pada Minggu (1/6/2025), seorang teman Amel menerima pesan singkat dari akun media sosial Amel.
Diketahui pesan dikirim oleh Amel menggunakan handphone cadangan.
"Isi pesannya cuma satu: ‘Tolong saya’. Itu dikirim ke temannya. Kami langsung tahu bahwa Amel masih hidup dan sedang berusaha keluar dari situasi itu," ujar Yakob.
Yakob kemudian membawa bukti pesan Amel itu ke Polres Bekasi.
Tim IT Polres Bekasi kemudian berhasil melacak lokasi terakhir Amel.
Pada Senin (2/6/2025), Amel berhasil ditemukan oleh polisi dalam kondisi baik.
Amel langsung dipertemukan dengan keluarganya, Suasana penuh haru mengiringi pertemuan tersebut.
Dalam video yang sempat direkam oleh keluarga Yakob, terlihat Amel langsung memeluk ayahnya itu dan menangis histeris.
“Alhamdulillah, anak saya ditemukan dalam keadaan hidup. Tapi dia sangat trauma. Dia terus menangis dan ketakutan. Kami sangat bersyukur dia selamat,” jelas Yakob.
(TribunGorontalo.com/Nawir Islim)