Kamis, 19 Maret 2026

Anak Kadisnakertrans Diperas

Kadisnakertrans di Gorontalo Jadi Korban Pemerasan hingga Ancaman Mutilasi, Pelaku Ngaku Polisi

Keluarga Yakob Musa, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo, menjadi korban pemerasan.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Nawir Islim | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Kadisnakertrans di Gorontalo Jadi Korban Pemerasan hingga Ancaman Mutilasi, Pelaku Ngaku Polisi
TribunGorontalo.com/Hand Over
KORBAN PEMERASAN -- Suasana pertemuan Amel Musa dan ayahnya Yakob Musa. Amel Musa sempat menjadi korban pemerasan hingga ancaman pembunuhan di Kota Bekasi. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Yakob Musa, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo, menjadi korban pemerasan hingga ancaman dari orang tak dikenal.

Yakob Musa sempat menerima kabar bahwa putrinya bernama Amel Musa telah hilang pada Sabtu (31/5/2025). 

Amel Musa diketahui tengah menempuh pendidikan tinggi di Kota Bekasi, Jawa Barat.

Peristiwa ini bermula ketika Amel menerima panggilan telepon dan pesan WhatsApp dari seseorang yang mengaku sebagai anggota kepolisian. 

Pelaku menuduh Amel memiliki utang ratusan juta rupiah. Pria itu mengancam akan menyeret Amel ke ranah hukum jika tidak mengikuti arahan.

“Anak saya ditelepon dan diancam akan dibawa ke kantor polisi karena katanya punya utang besar. Pelaku pura-pura jadi polisi. Karena takut, Amel ikuti semua yang diminta,” ungkap Yakob Musa kepada TribunGorontalo.com, Selasa (3/6/2025).

Tak hanya ancaman verbal, pelaku juga berhasil menyadap handphone milik Amel. 

Pelaku yang diduga sindikat ini menginstruksikan agar Amel menjauh dari lingkungan sosialnya, termasuk pergi dari tempat tinggalnya.

Mereka berdalih agar posisi Amel tidak diketahui olehorang lain.

“Amel disuruh menyingkir dulu, jangan tinggal di kos atau ketemu teman. Katanya kalau ketahuan, dia langsung dibawa. Anak saya betul-betul ketakutan dan ikuti semua itu,” kata Yakob.

Pelaku hubungi istri Yakob Musa

Pada Sabtu (31/5) malam, Istri Yakob Musa menerima panggilan telepon dari Amel. 

Istri Yakob tidak menyadari bahwa handphone anaknya itu telah disadap oleh pelaku.

Setelah panggilan dijawab, istri Yakob mendengar suara perempuan. Suara itu terdengar pelan.

Wanita yang sempat disangka Amel itu meminta uang sebesar Rp100 juta kepada istri Yakob. Lalu sambungan telepon terputus.

Tak lama berselang, istri Yakob kembali menerima panggilan dari nomor Amel. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved