Penemuan Mayat di Gorontalo

Terungkap Identitas Mayat Ditemukan di Bone Raya Gorontalo, Pria ODGJ Sempat Kabur dari Rumah Sakit

Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tombulilato mengungkap identitas mayat yang ditemukan di Desa Pelita Jaya, Kecamatan Bone Raya

Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Terungkap Identitas Mayat Ditemukan di Bone Raya Gorontalo, Pria ODGJ Sempat Kabur dari Rumah Sakit
TribunGorontalo.com/Hand Over
JENAZAH DIKAFANI -- Mayat yang ditemukan di pantai Desa Pelita Jaya dimandikan hingga dikafani oleh pihak RSUD Tombulilato. Kini jenazah pria itu telah diserahkan ke rumah duka. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tombulilato mengungkap identitas mayat yang ditemukan di Desa Pelita Jaya, Kecamatan Bone Raya, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. 

Menurut Direktur RSUD Tombulilato, Milyadi Maksum, jenazah pria itu merupakan pasien dengan gangguan jiwa atau ODGJ.

Korban berinisial FRW itu sebelumnya dirawat di RSUD Tombulilato sejak April 2025. 

Namun ia sempat dinyatakan hilang.

Kala itu, FRW meminta izin untuk mengantar piring dan makanan ke bagian gizi. 

Namun setelah itu, FRW tidak pernah kembali ke ruang perawatan. 

Para petugas rumah sakit sontak panik dan langsung mengabari keluarga FRW.

"Malamnya sampai besok paginya kami lakukan pencarian sembari menghubungi pihak keluarga," terang Milyadi.

Sejak saat itu, FRW tidak pernah kelihatan, hingga akhirnya ditemukan tak bernyawa di pantai Desa Pelita Jaya, Kecamatan Bone Raya, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo.

Padahal menurut Milyadi, saat dalam perawatan di RSUD Tombulilato, kondisi FRW sudah tergolong stabil dan mandiri. 

Tidak ada indikasi bahwa korban dalam kondisi membahayakan diri sendiri ataupun orang lain.

Kondisi FRW saat ditemukan

PENEMUAN MAYAT -- Potret jasad pria yang ditemukan di Desa Pelita Jaya, Kecamatan Bone Raya, Gorontalo, Minggu (1/6/2025). Saat ini korban berada di RSUD Tombulilato.
PENEMUAN MAYAT -- Potret jasad pria yang ditemukan di Desa Pelita Jaya, Kecamatan Bone Raya, Gorontalo, Minggu (1/6/2025). Korban sempat dibawa ke RSUD Tombulilato. (TribunGorontalo.com/HO)

Sebelumnya, FRW ditemukan oleh warga bernama Haris Dukalang di pesisir pantai Desa Pelita Jaya.

Saat dikonfirmasi TribunGorontalo.com, Minggu (1/6/2025), Camat Bone Raya Hartian Nasibu membenarkan penemuan jenazah pria tersebut.

Menurut Hartian, korban ditemukan sekitar pukul 16.00 Wita, Minggu (1/6/2025).

"Sesuai info dari kades pelita jaya ditemukan (mayat itu) oleh salah seorang warga masyarakat Bone raya atas nama Haris Dukalang," kata Hartian Nasibu saat dihubungi TribunGorontalo.com melalui pesan WhatsApp, Minggu malam.

"Sesuai info sy terima korban ditemukan sekitar pukul 4 di pantai Desa Pelita Jaya," tambahnya.

Saat ini jenazah Haris telah dievakuasi ke RSUD Tombulilato, Kecamatan Bone Raya, Kabupaten Bone Bolango.

"Info terakhir ke saya, korban sudah ditangani Rumah Sakit Tombulilato," jelas Hartian.

Berdasarkan video yang diterima TribunGorontalo.com, wajah korban terdapat luka lebam di mata kiri.

Ada juga bekas luka di bagian pelipis.

Baca juga: BREAKING NEWS: Penemuan Mayat di Pantai Desa Pelita Jaya Gorontalo, Kini Dalam Penyelidikan

Korban tidak mengenakan baju sehingga dadanya dipenuhi rumput liar.

Ada masker medis menggantung di lehernya. 

Sementara itu, jari manis tangan kanan korban sudah terpotong. 

Penemuan jasad FRW ini menghebohkan warga Desa Pelita Jaya.

Masyarakat berbondong-bondong menuju lokasi setelah mendapat informasi penemuan mayat di pantai.

Sejumlah akun Facebook juga sempat membagikan foto korban.

Pihak kepolisian dan TNI terlihat berada di lokasi penemuan mayat. 

Setelah itu, korban dibawa ke RSUD Tombulilato.

Jenazah diantarkan ke rumah duka

Setelah korban teridentifikasi, jenazah FRW dimandikan hingga dikafani oleh pihak RSUD Tombulilato.

"Atas permintaan keluarga, korban sudah kita mandikan, kafankan dan salatkan di sana," kata Milyadi saat dikonfirmasi TribunGorontalo.com pada Senin (2/6/2025).

Sekitar pukul 21.00 Wita, jenazah FRW kemudian diantar ke rumah duka di Kelurahan Siendeng, Kota Gorontalo.

Dalam penanganan jenazah oleh pihak medis dan kepolisian, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan ataupun luka mencurigakan pada tubuh FRW. 

Hal ini memperkuat dugaan bahwa tidak ada unsur penganiayaan yang menyebabkan kematian korban.

"Ketika dilakukan penanganan, kami tidak mendapat laporan," jelas Milyadi.

 

 

(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved