Hari Lahir Pancasila
BREAKING NEWS: Wabup Boalemo Gorontalo Sampaikan Amanat Kepala BPIP RI di Hari Lahir Pancasila
Wakil Bupati Boalemo, Lahmudin Hambali, memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di Alun-Alun Tilamuta, Senin (2/6/2025).
Penulis: Nawir Islim | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Wabup-Boalemo-Lahmudin-Hambali-saat-Hari-Kelahiran-Pancasila.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Wakil Bupati Boalemo, Lahmudin Hambali, memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di Alun-Alun Tilamuta, Senin (2/6/2025).
Lahmudin membacakan amanat resmi dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi.
“Pancasila bukan sekadar dokumen historis, Ia adalah jiwa bangsa dan bintang penuntun dalam mewujudkan Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur," jelas Lahmudin.
Lahmudin menekankan pentingnya momentum 1 Juni sebagai waktu merenungi dan menguatkan kembali nilai-nilai Pancasila.
“Hari Lahir Pancasila adalah momen reflektif untuk memperteguh komitmen kebangsaan,” ujarnya.
“Pancasila adalah rumah besar yang menyatukan lebih dari 270 juta rakyat Indonesia,” ucapnya tegas.
Dalam amanat tersebut, disampaikan bahwa Pancasila mengandung nilai-nilai gotong royong, penghormatan terhadap martabat manusia, hingga keadilan sosial.
“Nilai-nilai ini adalah fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Lahmudin.
Baca juga: BREAKING NEWS: Penemuan Mayat di Pantai Desa Pelita Jaya Gorontalo, Kini Dalam Penyelidikan
Prof Yudian juga mengingatkan bahwa pembangunan tanpa arah ideologis mudah goyah.
“Kemajuan tanpa Pancasila berisiko melahirkan ketimpangan dan kehilangan arah," ujar Wabup Boalemo, dalam naskah tersebut.
Dalam sambutan itu, disinggung pula pentingnya Asta Cita, delapan agenda pembangunan nasional yang salah satunya adalah memperkuat ideologi Pancasila.
“Arah pembangunan kita harus selalu sejalan dengan nilai-nilai Pancasila,” tegasnya.
Tak hanya itu, Kepala BPIP juga menyoroti tantangan zaman, terutama dalam era digitalisasi.
“Kita menghadapi ancaman ekstremisme, radikalisme, dan intoleransi yang merongrong nilai persatuan,” bunyi pesan Yudian.
Ancaman disinformasi dan hoaks juga menjadi perhatian.