Tanah Longsor di Gorontalo
BREAKING NEWS: Tanah Longsor di Desa Dulamayo Selatan Gorontalo, 67 Kepala Keluarga Mengungsi
Desa Dulamayo Selatan, Kecamatan Telaga, Gorontalo, dilanda longsor sekitar pukul 20.30 Wita pada Minggu malam, (1/6/2025) malam.
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-warga-Desa-Dulamayo-Selatan.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Desa Dulamayo Selatan, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, dilanda longsor sekitar pukul 20.30 Wita pada Minggu malam, (1/6/2025) malam.
Sebanyak 67 kepala keluarga (KK) harus mengungsi di Pasar Baru Desa Dulamayo Selatan.
Kepala Desa Dulamayo Selatan, Usman Sauridi, menyampaikan bahwa longsor terjadi di hulu sungai kecil. Kini sudah membentuk kubangan besar yang mengancam keselamatan warga sekitar/
“Warga mengungsi ke Pasar Baru karena lokasinya cukup aman dengan ketinggian sekitar 400 meter di atas permukaan laut,” ujar Usman saat diwawancarai TribunGorontalo.com, Senin (2/6/2025)
Longsor merusak satu rumah warga di kompleks Popalo dan memaksa warga yang tinggal di bantaran sungai untuk segera mengungsi.
Selain itu, bangunan Puskesmas Telaga Puncak juga dilaporkan mengalami kerusakan.
“Yang kami khawatirkan saat ini, kubangan besar yang terbentuk di hulu sungai itu kalau terbuka, bisa membawa longsor yang lebih besar ke pemukiman warga di hilir,” jelas Usman.
Usman menjelaskan bahwa biasanya longsor hanya terjadi di tebing. Namun kali ini longsor muncul di hulu sungai dan menyeret batu besar hingga potongan kayu.
Karena khawatir terjadi musibah banjir lebih parah, sejumlah warga memilih mengungsi.
Untuk saat ini, kebutuhan mendesak warga di pengungsian adalah makanan siap saji.
“Warga takut masak dan ambil peralatan di rumahnya karena takut longsor susulan datang tiba-tiba,” kata Usman.
Pemerintah desa bersama aparat terus memantau situasi dan mengimbau warga untuk menjauhi daerah bantaran sungai yang rawan longsor.
(TribunGorontalo.com/Arianto Panambang)