Jumat, 13 Maret 2026

Hiu Paus Gorontalo

Tren Kemunculan Hiu Paus di Botubarani Gorontalo, Tak Pernah Absen Sepanjang Mei Rata-rata 4 Ekor

Tren positif kemunculan Hiu Paus (Rhincodon typus) di perairan Desa Botubarani, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. 

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Tren Kemunculan Hiu Paus di Botubarani Gorontalo, Tak Pernah Absen Sepanjang Mei Rata-rata 4 Ekor
Photo by Jefri Potabuga, TribunGorontalo.com
TREN KEMUNCULAN -- Data kemunculan hiu paus di perairan Botubarani, Gorontalo, menunjukan tren positif. Sebab, sepanjang Mei 2025 ini paling sedikit 4 ekor hiu paus yang muncul. Tentu hal ini memberikan kepastian bagi para wisatawan. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Tren positif kemunculan Hiu Paus (Rhincodon typus) di perairan Desa Botubarani, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. 

Sepanjang bulan Mei 2025, kemunculan hiu paus (Rhincodon typus) di lokasi ini berlangsung secara konsisten, bahkan tak pernah absen. 

Data dari pengelola wisata hiu paus Botubarani menunjukkan bahwa rata-rata empat ekor hiu paus muncul setiap harinya selama bulan Mei.

Catatan detail dari tanggal 1 hingga 31 Mei 2025 mengungkapkan bahwa kemunculan 5 ekor hiu paus sekaligus tercatat empat kali.

Lalu dalam empat kesempatan lainnya terlihat hingga 6 ekor secara bersamaan.

Sementara itu, kemunculan 4 ekor merupakan yang paling dominan, dengan jumlah kejadian mencapai sebelas kali.

Kemunculan tiga ekor juga beberapa kali tercatat.

Tren ini menggembirakan, mengingat hiu paus dikenal sebagai spesies migran dengan perilaku musiman yang sulit diprediksi.

Namun di Botubarani, justru terlihat pola kemunculan yang cenderung stabil, terutama sepanjang Mei 2025.

Karena itu, tren ini meningkatkan rasa percaya diri wisatawan yang datang dari jauh.

Sebab, dengan rata-rata empat ekor muncul setiap hari, wisatawan punya peluang sangat besar untuk menyaksikan langsung bahkan berenang bersama hiu paus di habitat aslinya.

Perlu diketahui, Botubarani menjadi salah satu contoh kawasan wisata berbasis konservasi laut yang dikelola dengan pendekatan kolaboratif antara pemerintah, komunitas lokal, dan pelaku usaha wisata.

Pengamatan langsung terhadap hiu paus dilakukan dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian agar tidak mengganggu satwa yang dilindungi ini.

Hiu paus adalah spesies ikan terbesar di dunia, dan meskipun ukurannya bisa mencapai lebih dari 10 meter, ia termasuk hewan yang jinak dan tidak berbahaya bagi manusia.

Inilah yang membuat pengalaman melihat hiu paus secara langsung, terlebih di perairan jernih Botubarani, menjadi atraksi unik yang sulit ditemukan di tempat lain.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved