Kisah Cinta Venny Rosdiana Anwar
Dari Teman Kecil Jadi Pasangan Hati: Kisah Cinta Venny Rosdiana Anwar dan Tonny Junus
Hal itu dikisahkan Venny Rosdiana Anwar saat Saat podcast di Studio TribunGorontalo.com, Kamis (29/5/2025). Venny membagikan cerita awal pertemuan.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Minarti Mansombo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Venny-Rosdiana-Anwar-dan-Tonny-Junus.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Kisah cinta Venny Rosdiana Anwar dan Tonny Junus menyimpan perjalanan panjang yang menarik.
Hal itu dikisahkan Venny Rosdiana Anwar saat Saat podcast di Studio TribunGorontalo.com, Kamis (29/5/2025).
Venny membagikan cerita awal pertemuan mereka yang dimulai sejak masa kecil.
"Kami sudah saling mengenal sejak kecil, karena orang tua kami dekat," ujar Venny.
Meski demikian, lingkaran pertemanan mereka berbeda.
Venny mengungkapkan perbedaan usia yang cukup jauh membuat hubungan mereka saat itu tak lebih dari sekadar kenal.
"Jadi mungkin saya masih SD bapak sudah SMA," kata Venny.
Venny sendiri lahir tahun 1961, sedangkan Tonny lahir tahun 1965.
Kedekatan keduanya saat itu tak pernah mengarah pada hubungan serius.
Setelah menempuh pendidikan di Universitas Hasanuddin Makassar, Venny kembali ke kampung halaman di Gorontalo.
Baca juga: Ramalan Zodiak Cancer, Leo, Virgo Besok Minggu 1 Juni 2025: Cinta, Karier, hingga Keuangan
Tak disangka, pertemuan kembali dengan Tony berujung pada ikatan pernikahan.
"Namanya juga jodoh, akhirnya kami menikah tahun 2002," ungkapnya.
Menjalani kehidupan rumah tangga selama 23 tahun bukan perkara mudah.
Banyak lika-liku yang mereka hadapi. Selain sebagai kepala rumah tangga, Tonny juga menjadi sosok penting dalam perjalanan karier politik Venny.
“Suami saya memasukkan saya ke dalam struktur partai tanpa saya tahu. Katanya cuma untuk keperluan berkas,” kenang Venny.
Cerita itu adalah awal mula Venny terjun ke dunia politik karena dorongan Tonny.
Tanpa latar belakang politik, Venny mengaku sempat panik.
Namun ia tetap mengikuti arahan suaminya, sambil tetap bekerja di bank kala itu.
Tahun berikutnya, pada Pemilu 2004, Tonny kembali mengambil langkah mengejutkan.
Ia mencalonkan Venny sebagai anggota DPRD Kabupaten Gorontalo demi memenuhi syarat keterwakilan perempuan.
“Saya tidak punya basic politik sama sekali. Tapi waktu itu sistem pemilu masih berdasarkan nomor urut, dan saya di urutan pertama. Suara saya tidak banyak, tapi saya terpilih,” kata Venny.
Baca juga: Skandal Penahanan Ijazah: Karyawan PT Tedmonindo Lapor Polisi Karena Diminta Rp6,5 Juta Buat Tebus
Setelah terpilih, Venny memutuskan untuk berhenti bekerja di bank dan fokus mengemban amanah sebagai wakil rakyat. Keputusan ini diambil meski awalnya ia bercita-cita menjadi PNS.
“Saya sempat merasa dilema, karena bukan ini yang saya impikan. Tapi ayah saya bilang, jalani saja dulu, mungkin ini anugerah,” tuturnya.
Tonny sendiri dikenal sebagai sosok politisi yang rendah hati dan murah senyum.
"Karakter beliau seperti itu, bapak sering melihat sesuatu dengan santai," ujar Venny.
Tonny menjabat sebagai Wakil Bupati Kabupaten Gorontalo dua periode, pertama bersama Bupati David Bobihoe (2010–2015) dan kedua bersama Sofyan Puhi (2025–2030).
Baca juga: Empat Tersangka Terjaring Kasus Aborsi Mahasiswi S2, ASN Terancam Sanksi Berat!
Meskipun murah senyum, menurutnya Venny, Tonny juga bisa sangat tegas dalam mengambil keputusan.
"Misalnya ada dua pilihan, apapun itu kalau beliau bilang tidak, pasti saya ikuti apapun resikonya," tukas Venny.
Sama-sama berkarir dalam politik dan menyelami bahtera rumah tangga selama puluhan tahun, Venny mengaku jika Tonny yang sekarang, adalah sosok yang konsisten sama seperti Tonny yang ia kenal saat masih kecil.
"Sejak dulu sosok Tonny masih tetap sama seperti yang dulu," pungkas Venny tersenyum.
Sebagai gurunya dalam politik, Tonny telah mengajarkan banyak hal kepada Venny, lebih khusus membimbingnya sebagai wakil rakyat.
Dalam struktur organisasi partai, Venny pernah menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Gorontalo.
Posisinya saat itu mengangkat PDI Perjuangan melenggang ke kursi Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo untuk pertama kalinya.
Saat itu PDI Perjuangan menorehian total enam kursi.
Pada periode 2019-2024 di DPRD Provinsi Gorontalo, Venny diamanahkan sebagai Ketua Komisi II yang membidangi urusan Ekonomi dan Keuangan.
Bersama mitra dengan Pemrov Gorontalo, Venny melakukan sejumlah upaya seperti menstabilkan harga jagung, melakukan penanganan keluhan masalah fidusia.
Di sektor pertanian, secara intens ia bersama komisi II melakukan koordinasi dengan Ditjen Sarana dan Prasarana Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan) RI guna membahas kebijakan serta mekanisme, penebusan pupuk bersubsidi dan progres penerbitan kartu tani.
Venny juga banyak menerima keluhan dan aspirasi dari dapilnya saat melakukan reses. Paling banyak keluhan adalah bantuan UMKM.
Aspirasi itu kemudian diperjuangkan di meja parlemen memalui dana pokok pikiran (pokir).
Pada periode ini, meskipun sudah tidak menjadi ketua komisi, Venny kemudian diamanahkan sebagai Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Gorontalo. (*/Jian)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.