Idul Adha Gorontalo

Stok Sapi Kurban Idul Adha 2025 di Gorontalo Melimpah, Surplus Lebih dari 10 Ribu Ekor

Jelang Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah, Provinsi Gorontalo memastikan ketersediaan sapi kurban dalam kondisi sangat mencukupi, bahkan mengalami surpl

Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
FOTO: Herjianto Tangahu, TribunGorontalo.com
WAWANCARA -- Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, Averus Zainudin, saat diwawancarai TribunGorontalo.com, Senin (28/5/2025. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo Jelang Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah, Provinsi Gorontalo memastikan ketersediaan sapi kurban dalam kondisi sangat mencukupi, bahkan mengalami surplus yang signifikan.

Berdasarkan data terbaru dari Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, total ketersediaan sapi kurban tahun ini mencapai 18.942 ekor, sementara perkiraan kebutuhan hanya sebesar 8.123 ekor. 

Artinya, Gorontalo mengalami surplus sebanyak 10.819 ekor sapi.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, Averus Zainudin, saat diwawancarai TribunGorontalo.com, Senin (28/5/2025) mengungkapkan bahwa angka ini merupakan hasil rekapitulasi dari laporan kabupaten/kota di seluruh provinsi.

“Itu yang tercatat dari kabupaten/kota dan berdasarkan laporan masuk,” jelas Averus.

Sebagai perbandingan, tahun 2024 lalu, stok sapi kurban yang tercatat sebanyak 15.000 ekor, dengan jumlah hewan kurban yang dipotong sama seperti tahun ini, yakni 8.123 ekor.

Tren tersebut menjadi salah satu acuan dalam menyusun proyeksi kebutuhan dan ketersediaan untuk tahun ini.

Averus menegaskan bahwa data yang digunakan dalam penyusunan neraca tidak hanya berasal dari catatan tahun-tahun sebelumnya, melainkan juga mempertimbangkan kondisi faktual di lapangan.

“Neraca ketersediaan hewan kurban kita sangat mencukupi. Bahkan, meski sebagian sapi dikirim ke luar daerah, stok kita masih lebih dari cukup,” tegasnya.

Meski begitu, Averus juga mengakui adanya tren penurunan permintaan di pasar hewan kurban tahun ini.

Dugaan sementara, hal ini dipengaruhi oleh efisiensi anggaran yang diterapkan oleh banyak pihak.

“Adanya efisiensi anggaran menjadi dugaan mengapa permintaan sapi kurban di lapangan menurun,” katanya.

Namun ia tetap optimis, lonjakan penjualan akan terjadi mendekati hari H, terutama saat masyarakat menerima gaji bulanan.

“Nanti kita lihat kondisinya pada tanggal 3-4 nanti karena beberapa orang biasanya gajian di akhir atau awal bulan,” imbuh Averus.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, Muljady Mario, menegaskan bahwa pihaknya tak hanya fokus pada ketersediaan, tetapi juga pada kesehatan hewan kurban. Ia memastikan bahwa pengawasan dilakukan secara ketat di seluruh daerah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved