PEMPROV GORONTALO
Respon Cepat Keluhan Petani, Dinas PUPR-PKP Gorontalo Keruk Irigasi Taluduyunu yang Tersumbat
Dinas PUPR-PKP Provinsi Gorontalo melakukan pengerukan terhadap irigasi Taluduyunu di Kabupaten Pohuwato yang tersumbat sedimen.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Prailla Libriana Karauwan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/irigasi-taluduyunu.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR-PKP) Provinsi Gorontalo melakukan pengerukan terhadap irigasi Taluduyunu yang tersumbat sedimen.
Upaya ini sebagai langkah cepat dari Pemerintah Provinsi Gorontalo menangani keluhan petani di Kabupaten Pohuwato.
Keluhan tersebut disampaikan warga kepada Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail saat melakukan kunjungan kerja di Pohuwato.
Dihadapan Gusnar Ismail, warga mengeluh soal kondisi irigasi Taluduyunu yang tersumbat akibat penumpukan sedimen.
Baca juga: Ramalan Zodiak Aquarius dan Pisces Besok Rabu 28 Mei 2025: Cinta, Kesehatan, Karier, Keuangan
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Sumber Daya Air Pada Dinas PUPR-PKP Provinsi Gorontalo, Maxmiliam Lumentut menyampaikan pihaknya telah mengambil tindakan untuk mengatasi persoalan tersebut.
"Kami diperintahkan langsung oleh Kepala Dinas untuk segera menangani sedimen yang ada di jaringan irigasi Taluduyunu dengan cara pengerukan," jelasnya, Senin (26/5/2025).
Upaya itu dilakukan agar pangan khususnya di Provinsi Gorontalo tidak mengalami penurunan akibat irigasi tersebut menjadi sumber pengairan sawah milik para petani.
Hasil identifikasi dilakukan tim teknis di lapangan menunjukkan dari total panjang 5 kilometer (km) jaringan irigasi Taluduyunu tersumbat dengan sedimen sepanjang 3,5 km.
Baca juga: GORONTALO TERPOPULER: Suami Mabuk Tikam Istri - 5 Warga dengan Gejala Keracunan Mulai Pulih
Bahkan, sekitar 1 km dari jaringan tersebut berada dalam kondisi paling parah dengan sedimen yang hampir memenuhi seluruh saluran air.
“Setelah kami identifikasi ada sekitar 3,5 kilometer yang dibagi beberapa kategori dan yang sudah sangat full sedimennya pada jaringan irigasi ada sekitar 1 kilometer dan sebagiannya per-spot,” jelas Maxmiliam.
Pengerukan sedimen dilakukan menggunakan anggaran dari APBD Tahun 2025 di Dinas PUPR-PKP Provinsi Gorontalo.
Namun, Maxmiliam tidak secara jelas menyebutkan bahwa ketersediaan anggaran untuk kegiatan pemeliharaan infrastruktur semacam ini masih sangat terbatas.
“Sebenarnya anggaran untuk pemeliharaan yang ada pada kami saat ini sangat terbatas dan masih banyak jaringan irigasi yang lainnya butuh kami tangani,” ungkapnya.
Baca juga: Diklaim Jadi HP Teringan Milik Apple, Berikut Harga HP dan Spesifikasi iPhone 13 Mini
Meski dengan keterbatasan anggaran, pengerukan irigasi Taluduyunu tetap dilaksanakan sebagai bentuk komitmen pemerintah terhadap kesejahteraan petani.
Diharapkan, aliran air irigasi kembali normal dapat mendorong peningkatan produksi pertanian masyarakat Pohuwato.
Lebih lanjut, Maxmiliam berharap langkah ini dapat menjadi solusi jangka menengah bagi para petani.
"Langkah tanggap Dinas PUPR-PKP Provinsi Gorontalo ini diharapkan menjadi preseden baik dalam penanganan cepat," pungkasnya.
(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu/ADV)
Pemprov Gorontalo
Provinsi Gorontalo
Dinas PUPR-PKP
Irigasi Taluduyunu
Gusnar Ismail
Gubernur Gorontalo
Kabupaten Pohuwato
Maxmiliam Lumentut
| Gubernur dan Kapolda Gorontalo Tinjau Gerakan Pangan Murah, Warga Senang Harga Sedikit Lebih Murah |
|
|---|
| Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail Tekankan Pentingnya Literasi Keuangan di HLM TPAKD 2026 |
|
|---|
| Pemprov Gorontalo Genjot Dapur MBG Bisa Capai 100 hingga Akhir Ramadan 2026 |
|
|---|
| Wagub Gorontalo Idah Syahidah Dorong Warga Cek Kesehatan Gratis di Puskes |
|
|---|
| Gusnar Ismail Pastikan PPPK Paruh Waktu Ikut Terima THR, Puluhan Miliar Disiapkan |
|
|---|