Berita Viral
Gegara Belum Dapat Kamar di Makkah, Jemaah Haji Indonesia Mengadu ke KDM, Videonya Viral
Jemaah Haji asal Indonesia disebut terlantar. Hal itu terekam dalam video singkat yang beredari di TikTok.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/haji-terlantar.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Jemaah Haji asal Indonesia disebut terlantar.
Hal itu terekam dalam video singkat yang beredari di TikTok.
Dilansir dari Tribunnews.com, Video itu menunjukkan suasana di hotel nomor 603 Sektor 3 Makkah.
Hasil penelurusan Tim Media Centre Haji Indonesia, suasana di video di depan Hotel Maysan Al Safa, Kawasan Jarwal, Makkah.
Dalam narasi, pengunggah video meminta bantuan Gubernur Jabar Dedy Mulyadi atau yang akrab disapa KDM dan Presiden RI Prabowo Subianto.
“Terlantar Kang Dedi, dari jam 2 belum dapat kamar,” ujar suara dalam video.
Baca juga: Masih Bertahan di Rp2 Juta, Cek Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Senin 26 Mei 2025
Narasi itu menyebut jemaah terlantar dan tidak mendapat kamar hotel sejak dini hari.
Cek Fakta! Begini Penjelasan Petugas Haji
PPIH Arab Saudi melalui Kepala Sektor 6 Daker Makkah, Rebuan, membantah tegas narasi tersebut.
Menurutnya, informasi itu tidak benar dan sangat berlebihan.
“Tidak ada yang terlantar, itu masih dalam proses penurunan,” ujar Rebuan.
Pernyataan itu disampaikan Rebuan di Kantor Sektor 6, Sabtu (24/5/2025).
Baca juga: Cara Mendapatkan Diskon Listrik 50 Persen dari PLN Mulai 5 Juni 2025: Berikut Panduan Lengkapnya
Rebuan menjelaskan kejadian itu terjadi pada Jumat pagi, 23 Mei 2025.
Rombongan jemaah dari Embarkasi JKS 42 tiba sekitar pukul 04.18 dini hari Waktu Arab Saudi (WAS).
Embarkasi JKS adalah jamaah haji di antaranya dari Jakarta dan Jawa Barat.
Mereka datang menggunakan sembilan bus secara bertahap ke hotel.
Petugas haji sudah siaga sejak pukul 01.10 WAS menanti kedatangan jemaah.
Sesuai prosedur, pelayanan dimulai dari bus pertama yang datang lebih dulu.
Video viral disebut diambil saat penurunan bus ketiga sekitar pukul 07.30 WAS.
Saat itu ada pendorongan jemaah lansia menggunakan kursi roda.
Namun pengunggah menyebut jemaah terlantar karena belum mendapat kamar hotel.
Baca juga: BSU Resmi Cair Mulai 5 Juni 2025: Honorer dan Pekerja dengan Gaji di Bawah Rp3,5 Juta Dapat Bantuan
Faktanya, sebagian besar jemaah masih di dalam bus dan belum turun.
“Baru dua bus yang diturunkan, video itu bus nomor satu atau dua,” ujarnya.
Rebuan menjelaskan, sebelum turun, ada proses penting yang harus dilalui.
Pihak Syarikah bertugas memastikan jemaah mengenakan gelang identitas.
Identitas itu wajib dipakai sebelum jemaah masuk ke kamar hotel.
Karena itu, jemaah tidak bisa langsung turun dan masuk ke hotel.
“Prosesnya memang tidak bisa langsung,” jelas Rebuan.
Petugas Syarikah yang bekerja di lapangan biasanya hanya dua orang.
Baca juga: Air Sumur Dikemas Galon Mineral: Pelaku di Bekasi Raup Omzet Rp70 Juta dalam 2 Tahun
Mereka melayani satu bus penuh sesuai urutan kedatangan atau nomor kacang.
Setelah semua jemaah lengkap identitasnya, ketua rombongan lebih dulu turun ambil kunci kamar.
Disusul jamaah lansia untuk istirahat di lobi hotel.
Petugas lalu mengarahkan mereka langsung ke lantai masing-masing.
Tujuannya agar tidak terjadi penumpukan di area lobi hotel.
Rebuan menegaskan, jemaah yang sedang menunggu tidak bisa disebut terlantar.
Menurutnya, terlantar berarti tidak dilayani, tidak makan, dan tidak punya kamar.
“Kalau baru menunggu diturunkan, jangan asal buat konten negatif,” tegas Rebuan.
Ia mengimbau agar jemaah atau keluarga jemaah tidak langsung menyimpulkan sepihak.
Baca juga: Masuk Dalam Kriteria HP Lawas, Begini Harga HP iPhone 5s di Akhir Mei 2025
Proses pelayanan jemaah, kata dia, harus dihormati dan tidak dipelintir.
Ia berharap masyarakat menyaring informasi sebelum menyebarkannya ke media sosial.
“Kalau mau kritik, sampaikan positif, jangan provokatif,” pungkas Rebuan.
Sektor 6 Daker Makkah jamaah yang tersebar di 14 hotel di kawasan Jarwal. Kantor Sektor 6 di Hotel 603 lokasi video tersebut diambil.
“Sekali lagi, narasi video tersebut menyesatkan. Jamaah tidak terlantar tapi sementara proses menunggu antrean bus 1 sampai 9,” kata Rebuan yang juga Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kepada awak Media Centre Haji. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.