Berita Viral

Skandal Cinta Segitiga, Perselingkuhan Menantu dan Mertua hingga Hamil, Istri Sah jadi Anak Tiri

Kasus ini menimpa wanita berinisial AL (21) di wilayah Taccampu, Desa Abbanuange, Kecamatan Lilirilau, Soppeng, Sulawesi Selatan.

Editor: Minarti Mansombo
zoom-inlihat foto Skandal Cinta Segitiga, Perselingkuhan Menantu dan Mertua hingga Hamil, Istri Sah jadi Anak Tiri
ist
ILUSTRASI PERSELINGKUHAN-Skandal Cinta Segitiga, Perselingkuhan Menantu dan Mertua hingga Hamil, Istri Sah jadi Anak Tiri. Kasus ini menimpa wanita berinisial AL (21) di wilayah Taccampu, Desa Abbanuange, Kecamatan Lilirilau, Soppeng, Sulawesi Selatan. 

Dilansir Tribun Bogor dari Instagram @makassar_info via Tribun Jateng, terkuak kronologi kasus cinta terlarang antara menantu dan mertua itu.

Dari postingan akun tersebut, diduga kasus BR menghamili ibu mertuanya FR terjadi sejak awal 2024 lalu.

Alhasil FR pun kabarnya telah melahirkan bayinya hasil hubungan dengan menantu.

Terkait dengan kasus yang belakangan viral itu, Kepala Desa Abbanuange, Buhari pun membongkar fakta sebenarnya.

Bahwa kasus tersebut sudah lama diselesaikan secara kekeluargaan.

Artinya tidak ada proses hukum dalam kasus perselingkuhan menantu dan mertua itu.

"Menantunya hamili mertuanya, tapi itu kasus sudah lama, sudah melahirkan juga (FR)," kata Buhari.

Aksi perselingkuhan yang dilakukan BR itu terjadi lantaran FR sudah jadi janda.

Suami FR kabarnya telah meninggal dunia.

Baca juga: Nama-nama Kombes Polri Pecah Bintang: Ini Daftar Lengkapnya

Setelah suami FR meninggal, putrinya yakni AL (21) dan suaminya, BR tinggal bersamanya satu atap.

Tak disangka, momen itu justru dijadikan kesempatan oleh BR dan FR untuk main serong.

Kasus tersebut berakhir secara damai lantaran pihak istri sah yakni AL enggan memperpanjangnya.

Namun AL sempat mengajukan syarat agar kasusnya tidak dibawa ke jalur hukum.

Yakni AL minta diceraikan oleh BR.

“Bhabinkamtibmas dan Kanit Reskrim Polsek Lilirilau melakukan mediasi, dan pihak keluarga perempuan tidak mempermasalahkan atau menerima kejadian tersebut sebagai musibah," ungkap Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana.

Sumber: TribunJatim
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved