Universitas Negeri Gorontalo

Semua Unit Kerja di Universitas Negeri Gorontalo Teken Kontrak Kinerja, Wajib Capai Target 2025

Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mengambil langkah tegas untuk menggeber kinerja di tahun 2025.

|
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Wawan Akuba
Photo by Arianto Panambang, TribunGorontalo.com
PERJANJIAN KERJA - Rektor UNG saat menyaksikan langsung pimpinan unit di lingkungan UNG menandatangani perjanjian kinerja, Jumat (23/5/2025). Rektor menekankan agar pencapaian kinerja ini bisa di seriusi demi UNG unggul dan berdaya saing. Photo by Arianto Panambang, TribunGorontalo.com 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mengambil langkah tegas untuk menggeber kinerja di tahun 2025.

Rektor UNG, Eduart Wolok, secara resmi menandatangani perjanjian kinerja dengan seluruh pimpinan unit kerja, mulai dari fakultas, lembaga, pascasarjana, hingga unit pelaksana akademik.

Momen bersejarah ini menjadi yang pertama kalinya dilakukan UNG sebagai perguruan tinggi negeri di bawah naungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Rektor Eduart Wolok menekankan bahwa perjanjian kinerja ini adalah amanah langsung dari komitmen kinerja yang telah ia tanda tangani dengan Menteri.

Ia mengingatkan seluruh unit untuk bekerja keras dan serius mengejar target yang ditetapkan dalam waktu yang relatif singkat, yakni tujuh bulan ke depan.

"Perjanjian kinerja ini adalah target yang harus dicapai dalam satu tahun, namun karena proses transisi, baru bisa ditandatangani pada Mei ini," ucap Rektor usai menyaksikan penandatanganan perjanjian kerja pada Jumat (23/5/2025).

"Maka target kinerja yang seharusnya satu tahun, kini harus dicapai dalam tujuh bulan," tegasnya.

Rektor juga menekankan bahwa keberhasilan kinerja setiap unit akan menjadi penentu utama prestasi UNG secara keseluruhan, termasuk kinerja rektor sebagai pimpinan tertinggi.

"Prestasi UNG dalam dua tahun terakhir berhasil melampaui target dari kementerian," jelasnya.

"Ini harus kita jaga dan tingkatkan. Kinerja bukan hanya soal angka, tapi dampaknya untuk masyarakat juga harus nyata," imbuh Eduart.

Tak main-main, UNG juga memberlakukan sistem evaluasi yang ketat.

Rektor Eduart Wolok menegaskan bahwa alokasi anggaran akan sangat bergantung pada pencapaian kinerja masing-masing unit.

Bahkan, sanksi tegas telah disiapkan bagi unit yang gagal memenuhi target.

"Konsekuensinya jelas. Alokasi anggaran bisa dipotong, dan kalau fatal bisa kita berikan teguran hingga sanksi paling berat. Ini bukan ancaman, tapi bentuk tanggung jawab kita terhadap komitmen bersama," pungkas Rektor.

Penandatanganan perjanjian kinerja ini diharapkan menjadi landasan yang kuat bagi UNG untuk memperkuat tata kelola dan mewujudkan visinya sebagai perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved