Sabtu, 7 Maret 2026

Berita Internasional

Mengejutkan! Trump Larang Universitas Harvard Amerika Terima Mahasiswa Asing, Indonesia Terdampak

Pemerintahan Donald Trump secara drastis mencabut otorisasi Universitas Harvard untuk menerima mahasiswa asing.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Mengejutkan! Trump Larang Universitas Harvard Amerika Terima Mahasiswa Asing, Indonesia Terdampak
Photo by Niko Trinkhaus via google maps
HARVARD -- Presiden Amerika, Donald Trump membekukan penerimaan mahasiswa baru asing di Universitas Harvard, hal ini artinya mempengaruhi pula pelajar asal Indonesia. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Presiden Amerika Donald Trump mencabut otorisasi Universitas Harvard untuk menerima mahasiswa asing.

Artinya, secara langsung menutup pintu bagi pelajar Indonesia yang bercita-cita menimba ilmu di salah satu universitas paling bergengsi di dunia tersebut.

Keputusan kontroversial ini diumumkan oleh Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Kristi Noem, melalui surat yang ditujukan kepada Harvard.

Noem menuduh Harvard enggan menyerahkan praktik penerimaan mahasiswa dan perekrutan stafnya untuk diawasi oleh pemerintah federal.

Akibatnya, partisipasi Harvard dalam Program Pelajar dan Pengunjung Pertukaran (SEVP), yang menjadi jalur utama bagi mahasiswa internasional, termasuk dari Indonesia, untuk belajar di AS, dicabut.

"Tidak lagi diizinkan, berlaku segera," demikian bunyi surat tersebut, yang menuding Harvard tidak patuh pada persyaratan pelaporan Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS).

Presiden Donald Trump sendiri, yang dikenal sering menyerang universitas-universitas elit, secara terbuka menyebut Harvard sebagai "institusi kiri radikal, anti-Semit".

Bahkan disebut pula sebagai kampus bagian dari "ideologi bangun" (woke ideology).

Sebelumnya, ia telah mengancam akan menghalangi universitas tersebut menerima mahasiswa asing kecuali mereka tunduk pada kontrol politiknya.

Menteri Noem menegaskan bahwa menerima mahasiswa internasional adalah "hak istimewa, bukan hak,".

Makanya kata dia semua institusi harus mematuhi aturan DHS agar hak istimewa itu tetap berlaku.

Berdasarkan data universitas, lebih dari seperempat mahasiswa Harvard saat ini adalah warga negara asing. 

Karena itu keputusan ini tentu menjadi pukulan telak bagi calon mahasiswa dari berbagai negara, termasuk Indonesia, yang selama ini menjadikan Harvard sebagai salah satu tujuan studi impian.

Dengan kebijakan ini, para pelajar Indonesia yang sebelumnya berpeluang untuk mendapatkan pendidikan berkualitas di Harvard kini harus mencari alternatif lain.

Belum ada informasi lebih lanjut mengenai kemungkinan banding atau perubahan kebijakan di masa depan, namun yang pasti, pintu Harvard untuk mahasiswa internasional, termasuk dari Indonesia, tertutup untuk saat ini.

Harvard, Universitas Tertua dan Terbaik Dunia

Harvard University, universitas swasta yang terletak di Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat, tak hanya dikenal sebagai anggota Ivy League, tetapi juga sebagai salah satu institusi pendidikan paling bergengsi di dunia.

Didirikan pada 8 September 1636 dengan nama awal New College, universitas ini kemudian dinamai ulang menjadi Harvard College pada 13 Maret 1639 sebagai penghormatan kepada John Harvard, seorang alumni Universitas Cambridge yang menjadi penyumbang terbesar saat itu.

Menariknya, penyebutan pertama Harvard sebagai “universitas” baru tercatat pada tahun 1780, menandai transformasinya menjadi institusi pendidikan tinggi yang lebih luas.

Dalam sejarah panjangnya, Harvard telah membangun reputasi akademik luar biasa.

Dengan kekayaan institusional yang fantastis—mencapai US$22,6 miliar pada tahun 2004—Harvard memiliki dana abadi terbesar di antara seluruh universitas dunia.

Jumlah ini hampir dua kali lipat dari pesaing terdekatnya, Universitas Yale.

Prestasinya pun diakui dalam berbagai pemeringkatan global. Pada 2005, US News menempatkan Harvard di peringkat pertama bersama Princeton University.

Tahun sebelumnya, Harvard juga memuncaki daftar setelah sempat berada di posisi kedua dan ketiga selama lima tahun berturut-turut.

Times Higher Education Supplement pun secara konsisten menobatkan Harvard sebagai universitas terbaik dunia.

Di bidang kesehatan, Harvard Medical School menjadi rujukan global sebagai salah satu institusi pendidikan medis paling unggul.

Hingga kini, Harvard memiliki sembilan fakultas utama yang meliputi berbagai disiplin ilmu. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved