Sabtu, 28 Maret 2026

Berita Viral

Siswa SMP Depok Diduga Alami Gangguan Mental Usai Study Tour ke Yogyakarta, Ibu Ungkap Kronologi

Sebuah kisah pilu yang dialami seorang siswa SMP Negeri di Depok, Jawa Barat, bernama Dama, viral di media sosial.

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Siswa SMP Depok Diduga Alami Gangguan Mental Usai Study Tour ke Yogyakarta, Ibu Ungkap Kronologi
Viral!
SISWA GANGGUAN MENTAL -- Seorang siswa disebut mengalami gangguan mental usai pulang dari study tour. 

 

TRIBUNGORONTALO.COM - Sebuah kisah pilu yang dialami seorang siswa SMP Negeri di Depok, Jawa Barat, bernama Dama, viral di media sosial.

Dama diduga mengalami gangguan mental setelah kembali dari study tour sekolahnya ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kisah ini pertama kali mencuat melalui unggahan akun TikTok @tiffguntur, yang membagikan pengakuan dari ibunda Dama mengenai kondisi tragis yang menimpa putranya.

Kronologi Awal Kejadian di Yogyakarta

Menurut penuturan sang ibu dalam unggahannya, Dama mengikuti study tour sekolahnya ke sebuah sekolah seni di Yogyakarta.

Namun, di sanalah awal mula perubahan perilaku Dama terjadi.

"Awalnya, Dama lagi ngobrol sama temannya lalu Dama berdiri liat ke atas, palanya muter liatin sekitar langsung jatuh," ungkap ibunda Dama dalam postingannya yang dikutip Tribun Gorontalo.

Insiden tersebut membuat Dama segera dibawa pulang. Namun, setibanya di rumah, kondisi Dama justru semakin memburuk.

Sang ibu menyadari adanya ketidakstabilan perilaku pada putranya.

Tak lama kemudian, ia menerima informasi mengejutkan dari keponakannya terkait kejadian lain yang diduga terjadi selama study tour.

"Saya tahu kejadian ini dari ponakan saya, ponakan saya diberi tahu teman lesnya yang anak tersebut juga bersekolah di SMPN 28 Depok. Setelah itu saya menghubungi wali kelas (bukan pihak sekolah atau guru yang menelepon saya) dan melihat kondisi anak saya tidak baik-baik saja dengan muka berdarah," ujarnya.

Perjuangan Pengobatan dan Harapan Sang Ibu

Sejak kepulangannya dari Yogyakarta, kondisi fisik dan mental Dama terus menurun selama lebih dari satu tahun.

Ibunda Dama telah berupaya mencari berbagai pengobatan, baik medis maupun non-medis, termasuk rukiyah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved