Siswa SMK Gorut Tewas
Kebohongan Saksi Bikin Polisi Gorontalo Utara Sulit Ungkap Kasus Dugaan Pembunuhan Julia Sangala
Pihak kepolisian terus menyelidiki kasus kematian Julia Sangala di Desa Ketapang, Kecamatan Gentuma, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo.
Penulis: Efriet Mukmin | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/xdfgjdnmhyjdhm.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Pihak kepolisian terus menyelidiki kasus kematian Julia Sangala di Desa Ketapang, Kecamatan Gentuma, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo.
Hal ini diungkapkan langsung Kasat Reskrim Polres Gorontalo Utara AKP Muhamad Adrianto.
Kata Adrianto, pengungkapan kasus ini berlarut-larut karena sejumlah saksi tidak membeberkan keterangan secara jelas.
Menurutnya, polisi sulit menemukan bukti baru karena saksi diduga berbohong.
"Adapun kemarin Risno selaku omnya sebelum kejadian yang melihat Julia berboncengan dengan pacarnya, saat kita reka ulang bingung dia, seakan-akan itu hanya karangannya," Ujar Adrianto kepada TribunGorontalo.com, Rabu (21/5/2025)
Sementara dua teman Risno saat diperiksa mengatakan tidak melihat ada yang lewat.
Setelah diselidiki, tidak ada fakta yang menunjukkan kesaksian Risno itu benar.
Sementara itu, tim Reskrim Polres Gorut sudah melakukan pra-rekonstruksi di lokasi.
Ketidakakuratan informasi dari saksi menyulitkan polisi mengungkap fakta baru.
Adrianto menyebut pihaknya sudah mengambil sampel DNA korban dan dikirim ke laboratorium forensik di Kota Manado, Sulawesi Selatan.
"Mudah-mudahan ada hasilnya," harapnya.
Adapun sejumlah barang bukti didapatkan polisi di TKP seperti botol, bungkusan makanan ringan (snack) dan spesimen air liur.
Andrianto mengaku sejauh ini belum ada petunjuk baru, namun anggotanya siaga di lokasi penemuan jasad korban.
"Anggota saya masih di sana, ada satu orang stanby, tapi rumahnya juga di dekat lokasi tersebut, dan setiap minggu saya cek perkembangan," ungkapnya.
Ia menegaskan penyelidikan kasus dugaan pembunuhan Julia Sangala terus berjalan.
Polisi disebut masih mencari alat bukti lain seperti handpone milik korban.
Polisi menduga handphone Julia dibuang oleh pelaku di kolam dekat TKP.
"Jika memang bisa kita adakan untuk kuras kolamnya, nanti kita kuras, dan jika didapat disitu maka serusak apapun bila dimasukan ke dalam laboratorium forensik pasti bisa dapat buktinya," pungkasnya.
Baca juga: Profil Fendry Berahim, 8 Tahun Jabat Lurah Heledulaa Utara Gorontalo
Awal mula kasus terungkap
Diberitakan TribunGorontalo.com sebelumnya, jasad Julia ditemukan di sebuah perkebunan, Desa Ketapang, Kecamatan Gentuma Raya, Kabupaten Gorontalo Utara, Kamis (2/1/2025).
Jenazah siswi SMK Gentuma Raya itu pertama kali dilihat oleh pengembala sapi.
Saksi melihat mayat tergeletak di tanah.Tubuhnya telah mengeluarkan aroma tak sedap.
Sang pengembala kaget lalu memanggil pun warga sekitar.
Ketika jasad diperiksa, ada warga mengenali wajah korban.
Korban diketahui bernama Julia Sangala. Wanita akrab disapa Jupe itu berasal dari Desa Nanati Jaya, Kecamatan Gentuma Raya, Kabupaten Gorontalo Utara.
Julia rupanya telah dicari oleh keluarganya karena beberapa hari tak kembali ke rumah.
Rusman Manopo, paman Julia, mengatakan keponakannya mengilang sejak Senin (30/12/2024) malam.
Kemudian pihak keluarga mulai mencari keberadaan Julia pada Selasa (31/12/2024).
Lalu mereka mendengar kabar penemuan mayat perempuan di Desa Ketapang, Kecamatan Gentuma Raya.
Keluarga Julia lantas menuju lokasi.
Setibanya di lokasi, mereka pun memastikan bahwa jasad yang ditemukan adalah anggota keluarga yang telah dicari selama tiga hari.
Jenazah Julia kemudian dibawa pihak Kepolisian ke RS Bhayangara untuk keperluan autopsi.
Ibu korban sempat dimintai keterangan oleh Polsek Atinggola, Kabupaten Gorontalo Utara.
Polisi juga mengundang teman-teman Julia, yang diduga sempat bersama Julia sebelum remaja itu ditemukan meninggal dunia.
(TribunGorontalo.com/Efriet Mukmin)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.