Sabtu, 7 Maret 2026

Suami Najwa Shihab Meninggal

Apa Itu Pendarahan Otak? Penyebab Meninggalnya Ibrahim Sjarief Suami Najwa Shihab

Suami Najwa Shihab, Ibrahim Sjarief bin Husein Ibrahim Assegaf tutup usia.

Tayang:
Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Apa Itu Pendarahan Otak? Penyebab Meninggalnya Ibrahim Sjarief Suami Najwa Shihab
Instagram AHP dan Najwa Shihab
SUAMI NAJWA SHIHAB MENINGGAL - Suami jurnalis senior Najwa Shihab, Ibrahim Sjarief Assegaf meninggal dunia di RS PON pada Selasa (20/5/2025). Kenali pendarahan otak penyebab meninggalnya Ibrahim Sjarief. (Instagram AHP dan Najwa Shihab). 

TRIBUNGORONTALO.COM – Suami Najwa Shihab, Ibrahim Sjarief bin Husein Ibrahim Assegaf tutup usia.

Melansir pemberitaan Tribunnews.com, Ibrahim meninggal dunia di RS PON Mahar Mardjono, Jakarta Timur pada pukul 14.29 WIB, Selasa (20/5/2025).

Kabar duka ini disampaikan langsung oleh asisten pribadi Najwa Shihab, Caca.

Dalam pesannya kepada awak media, Caca menyebut bahwa Ibrahim meninggal akibat komplikasi kesehatan yang serius. 

"Pasca-stroke, pendarahan di otak," ungkap Caca.

Lalu apa itu pendarahan otak? Mengapa bisa terjadi?

Apa yang dialami suami Najwa Shihab persis serupa dengan penyebab meninggalnya penyanyi legendaris Titiek Puspa. 

Artis legendaris ini menghembuskan napas terakhir pada usia 87 tahun.

Ia mengalami pecah pembuluh darah di otak bagian kiri atau pendarahan otak, dan dilarikan ke RS Medistra Jakarta.

Dokter Spesialis Saraf Haznim Fadhli menuturkan, pendarahan otak paling sering disebabkan oleh hipertensi. 

Ia mengatakan, hipertensi atau tekanan darah tinggi dapat melemahkan dinding pembuluh darah termasuk pembuluh darah otak.

Saat tekanan darah tidak terkendali maka berisiko terkena stroke pendarahan atau stroke hemoragik. 

Baca juga: Sosok Ibrahim Sjarief Assegaf Suami dari Najwa Shihab, Dikabarkan Meninggal Dunia

“Pendarahan otak  bisa disebabkan banyak hal, paling sering hipertensi. Lainnya bisa karena kelainan pembuluh darah,  cedera kepala, gangguan fungsi pembekuan  darah, penyakit amiloid angiopati, penggunaan obat-obatan pengencer darah,” tutur dia.

Mantan ketua IDI cabang Jakarta Pusat ini menuturkan, jika seseorang sudah terdiagnosis hipertensi maka harus menjalani pengobatan seumur hidup. Begitu juga kontrol dan pemeriksaan kesehatan rutin.

Hal ini bertujuan agar hipertensi terkontrol atau tidak berkembang menjadi komplikasi yang parah.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved