Berita Nasional
Asia Waspada! Gelombang Covid-19 Baru Dipicu Varian JN.1, Vaksin Masih Jadi Andalan
Gejala yang ditimbulkan JN.1 tak jauh berbeda dengan "wajah lama" Covid-19: demam, sakit tenggorokan, batuk kering, dan kelelahan menjadi keluhan umum
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Asia-kembali-dibuat-siaga-dengan-munculnya-gelombang-baru-infeksi-Covid-19.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Asia kembali dibuat siaga dengan munculnya gelombang baru infeksi Covid-19.
Singapura, Hong Kong, Tiongkok, dan Thailand menjadi beberapa negara yang melaporkan lonjakan kasus positif belakangan ini.
Para ahli epidemiologi meyakini, biang keladinya adalah varian JN.1, evolusi terbaru dari keluarga besar Omicron.
JN.1 pertama kali terdeteksi di Amerika Serikat pada September 2023.
Sebagai keturunan Omicron BA.2.86, varian ini dengan cepat menyebar ke berbagai penjuru dunia, termasuk Asia.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan telah menetapkannya sebagai Variant of Interest (VOI) sejak Desember 2023.
Jejak JN.1 tercatat di Tiongkok, Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Singapura.
Bahkan India pun tak luput, dengan kasus perdana teridentifikasi di Kerala dan kini meluas ke beberapa negara bagian lain.
Meski begitu, WHO meyakinkan bahwa JN.1 belum menunjukkan ancaman kesehatan global yang lebih signifikan dibanding varian sebelumnya.
Gejala Mirip, Kewaspadaan Harus Tinggi
Gejala yang ditimbulkan JN.1 tak jauh berbeda dengan "wajah lama" Covid-19: demam, sakit tenggorokan, batuk kering, dan kelelahan menjadi keluhan umum.
Namun, para pakar kesehatan menekankan agar masyarakat tidak lengah. Potensi penularan JN.1 yang cepat, terutama di tengah mobilitas yang kembali tinggi, menjadi alasan utama untuk tetap waspada.
Di tengah ancaman JN.1, vaksinasi tetap menjadi garda terdepan. Berikut cara kerja tiga jenis vaksin utama yang masih relevan:
Vaksin mRNA: "Kurir" genetik yang memerintahkan sel tubuh memproduksi protein spike virus. Tubuh kemudian belajar mengenali dan melawan protein asing ini.
Vaksin Vektor: Memanfaatkan virus jinak sebagai "taksi" untuk mengantarkan materi genetik virus ke dalam sel, memicu respons imun.