Sabtu, 14 Maret 2026

Berita Nasional

Pendaki Inggris Pecahkan Rekor, Taklukkan Gunung Everest untuk ke-19 Kalinya

Berdasarkan catatan Himalayan Database, lebih dari 345 pendaki telah meninggal dunia sejak ekspedisi pertama ke Everest dilakukan lebih dari seabad

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Pendaki Inggris Pecahkan Rekor, Taklukkan Gunung Everest untuk ke-19 Kalinya
sTOK
PUNCAK EVEREST - Pendaki Inggris Pecahkan Rekor: Taklukkan Gunung Everest untuk ke-19 Kalinya 

TRIBUNGORONTALO.COM – Seorang pemandu pendakian asal Inggris, Kenton Cool, kembali menorehkan sejarah dengan menaklukkan Gunung Everest untuk ke-19 kalinya pada Minggu (19/5/2025).

Prestasi ini memecahkan rekor dunia sebagai pendakian terbanyak ke puncak tertinggi di dunia oleh pemandu non-Sherpa.

Cool (51), yang berasal dari wilayah barat daya Inggris, berhasil mencapai puncak Everest setinggi 8.849 meter bersama sejumlah pendaki lainnya.

Menurut Iswari Paudel dari Himalayan Guides Nepal—agensi yang memfasilitasi ekspedisi tersebut—Cool berada dalam kondisi baik dan sedang dalam perjalanan turun dari puncak.

Ini adalah kali ke-19 Cool menaklukkan "atap dunia", sejak pertama kali ia mendaki Everest pada 2004.

Sejak itu, ia rutin kembali hampir setiap tahun, kecuali saat musim pendakian dibatalkan pada 2014 dan 2015 karena bencana longsor dan gempa bumi, serta pada 2020 akibat pandemi COVID-19.

Gunung Everest kini tengah ramai didaki ratusan pendaki dari berbagai negara dalam musim pendakian musim semi yang populer.

Banyak dari mereka telah sukses mencapai puncak, sementara yang lain masih menunggu giliran sebelum musim ditutup pada akhir Mei.

Setelah itu, cuaca ekstrem akibat musim hujan membuat pendakian lebih berbahaya.

Di kalangan pendaki dunia, hanya pemandu lokal Sherpa dari Nepal yang mampu melampaui rekor Kenton Cool.

Rekor tertinggi saat ini dipegang oleh Kami Rita Sherpa, yang telah menaklukkan Everest sebanyak 30 kali.

Menurut laporan, ia juga sedang berada di gunung dan diperkirakan akan kembali menambah rekornya dalam beberapa hari ke depan.

Dua Pendaki Tewas di Everest, Musim Pendakian 2025 Makan Korban Jiwa

Musim pendakian Gunung Everest tahun ini kembali memakan korban jiwa.

Dua pendaki, masing-masing berasal dari India dan Filipina, dilaporkan meninggal dunia saat melakukan pendakian ke puncak tertinggi di dunia itu.

Dilansir dari Reuters via UNN, Jumat (16/5/2025), Subrata Ghosh (45) asal India dan Philip II Santiago (45) dari Filipina menjadi dua korban pertama yang meninggal dalam musim pendakian Maret–Mei 2025 ini.

Ghosh dikabarkan meninggal dunia pada Kamis (15/5/2025), saat menuruni area di bawah Hillary Step—bagian berbahaya dari jalur pendakian yang terletak di zona kematian, yakni wilayah di atas 8.000 meter di mana kadar oksigen alami sangat rendah dan tak mendukung kehidupan.

“Dia menolak untuk turun lebih jauh dari Hillary Step,” ujar Bodhraj Bhandari dari Snowy Horizon Treks and Expedition, perusahaan penyelenggara ekspedisi tersebut.

Saat ini, jenazah Ghosh masih dalam proses evakuasi menuju base camp.

“Penyebab pasti kematiannya baru bisa dipastikan setelah autopsi,” tambah Bhandari.

Sementara itu, Santiago dari Filipina meninggal dunia pada Rabu malam (14/5/2025) saat sedang beristirahat di tenda di kamp ketinggian keempat, South Col.

Ia dilaporkan kelelahan setelah mencapai kamp tersebut dalam perjalanan menuju puncak.

“Santiago meninggal dunia saat beristirahat di tendanya,” kata Himal Gautam dari Departemen Pariwisata Nepal.

Kedua pendaki tersebut merupakan bagian dari satu tim ekspedisi internasional yang sama, diorganisir oleh Bhandari.

Musim pendakian Everest tahun ini telah mengantongi 459 izin dari Pemerintah Nepal.

Sekitar 100 pendaki dan pemandu telah mencapai puncak dalam sepekan terakhir, dan jumlah itu masih akan bertambah sebelum musim berakhir akhir Mei.

Gunung Everest, yang memiliki ketinggian 8.849 meter, bukan hanya menjadi tantangan ekstrem para pendaki dunia, tetapi juga sumber ekonomi penting bagi Nepal—salah satu negara termiskin di dunia.

Industri pendakian dan pariwisata menjadi tumpuan hidup banyak warga lokal.

Namun di balik gemerlap pencapaian menaklukkan “atap dunia”, tersimpan risiko nyawa.

Berdasarkan catatan Himalayan Database, lebih dari 345 pendaki telah meninggal dunia sejak ekspedisi pertama ke Everest dilakukan lebih dari seabad lalu. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved