Rabu, 11 Maret 2026

Berita Nasional

Pendaki Inggris Pecahkan Rekor, Taklukkan Gunung Everest untuk ke-19 Kalinya

Berdasarkan catatan Himalayan Database, lebih dari 345 pendaki telah meninggal dunia sejak ekspedisi pertama ke Everest dilakukan lebih dari seabad

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Pendaki Inggris Pecahkan Rekor, Taklukkan Gunung Everest untuk ke-19 Kalinya
sTOK
PUNCAK EVEREST - Pendaki Inggris Pecahkan Rekor: Taklukkan Gunung Everest untuk ke-19 Kalinya 

Dilansir dari Reuters via UNN, Jumat (16/5/2025), Subrata Ghosh (45) asal India dan Philip II Santiago (45) dari Filipina menjadi dua korban pertama yang meninggal dalam musim pendakian Maret–Mei 2025 ini.

Ghosh dikabarkan meninggal dunia pada Kamis (15/5/2025), saat menuruni area di bawah Hillary Step—bagian berbahaya dari jalur pendakian yang terletak di zona kematian, yakni wilayah di atas 8.000 meter di mana kadar oksigen alami sangat rendah dan tak mendukung kehidupan.

“Dia menolak untuk turun lebih jauh dari Hillary Step,” ujar Bodhraj Bhandari dari Snowy Horizon Treks and Expedition, perusahaan penyelenggara ekspedisi tersebut.

Saat ini, jenazah Ghosh masih dalam proses evakuasi menuju base camp.

“Penyebab pasti kematiannya baru bisa dipastikan setelah autopsi,” tambah Bhandari.

Sementara itu, Santiago dari Filipina meninggal dunia pada Rabu malam (14/5/2025) saat sedang beristirahat di tenda di kamp ketinggian keempat, South Col.

Ia dilaporkan kelelahan setelah mencapai kamp tersebut dalam perjalanan menuju puncak.

“Santiago meninggal dunia saat beristirahat di tendanya,” kata Himal Gautam dari Departemen Pariwisata Nepal.

Kedua pendaki tersebut merupakan bagian dari satu tim ekspedisi internasional yang sama, diorganisir oleh Bhandari.

Musim pendakian Everest tahun ini telah mengantongi 459 izin dari Pemerintah Nepal.

Sekitar 100 pendaki dan pemandu telah mencapai puncak dalam sepekan terakhir, dan jumlah itu masih akan bertambah sebelum musim berakhir akhir Mei.

Gunung Everest, yang memiliki ketinggian 8.849 meter, bukan hanya menjadi tantangan ekstrem para pendaki dunia, tetapi juga sumber ekonomi penting bagi Nepal—salah satu negara termiskin di dunia.

Industri pendakian dan pariwisata menjadi tumpuan hidup banyak warga lokal.

Namun di balik gemerlap pencapaian menaklukkan “atap dunia”, tersimpan risiko nyawa.

Berdasarkan catatan Himalayan Database, lebih dari 345 pendaki telah meninggal dunia sejak ekspedisi pertama ke Everest dilakukan lebih dari seabad lalu. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved