MAN Insan Cendekia Gorontalo
MAN Insan Cendekia Gorontalo Terpilih Masuk 12 SMA Unggul Garuda di Indonesia
MAN Insan Cendekia Gorontalo masuk 12 SMA Unggul Garuda di Seluruh Indonesia. Pemilihan lokasi 12 sekolah ini merupakan arahan Presiden Prabowo Subian
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/29082022_Top-Sekolah_Man-Insan.jpg)
“Soe ini sebenarnya pilihan langsung dari Bapak Presiden dan memang karena Bapak Presiden sangat mengerti bahwa sangat diperlukan sekali di daerah tersebut. Kebetulan saya dua kali sudah ke Soe,” katanya.
Wamen Stella Ungkap Sekolah Unggulan Garuda Tak Akan Terapkan Sistem Zonasi
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie mengungkapkan Sekolah Unggulan Garuda tidak akan menerapkan sistem zonasi.
Ia menuturkan, penerimaan Sekolah Garuda akan dilakukan terpusat. Siswa-siswa yang memenuhi kriteria kemudian disebarkan di sekolah-sekolah unggulan berasrama ini.
"Tidak akan digunakan sistem zonasi khusus untuk sekolah Garuda. Karena di sekolah Garuda penerimaan siswa akan dilakukan di pusat. Setelah itu kami akan sebarkan sehingga siswa-siswanya itu bisa sungguh bercampur di daerah Nabire, di Soe, ataupun di Belitung Timur," kata Stella dalam media briefing di Kantor Kemendikti Saintek, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (17/5/2025).
Ia menuturkan, pemerintah menetapkan dua asas dalam penerimaan siswa, yakni kondisi ekonomi dan prestasi. Beasiswa pun akan diberikan sekitar 80 persen dari total murid, sementara 20 persen siswanya akan membayar mandiri.
"Kenapa berbayar? Karena kita juga ingin supaya mereka berbaur. Anak-anak yang dari ekonomi menengah atau ekonomi bawah harus juga bisa mengerti dan berteman dengan anak-anak dari ekonomi atas dan sebaliknya," ucap Stella.
Lebih lanjut ia menekankan, Sekolah Garuda bersifat inklusif karena negara memberikan peluang luas untuk semua siswa di Indonesia.
Ia pun menilai, Sekolah Garuda sulit dibilang eksklusif lantaran pembangunannya justru menyasar pada wilayah dengan sumber daya manusia yang membutuhkan akses pendidikan.
"Saya rasa sangat sulit kita bilang ini sekolah eksklusif, tapi dibangunnya di Nabire Papua Tengah atau dibangunnya di Belitung Timur. Tentu saja tidak (ekslusif), ini sekolah yang sangat inklusif," beber Stella.
Stella menuturkan, aksesnya diberikan seimbang termasuk kepada para penyandang disabilitas. Tidak akan ada perbedaan perlakuan kepada para siswa, karena tak ada kuota khusus.
"Jadi tidak ada perbedaan, tapi memang ada pemikiran bahwa itu harus bisa sangat inklusif. Apakah akan ada kuota khusus (untuk disabilitas) begitu? Tidak, tidak akan ada kuota khusus. Karena ini diberikan akses penyeimbang untuk semuanya," tandasnya.
Wamendikti Bantah Sekolah Unggulan Garuda Eksklusif
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie membantah sekolah unggulan Garuda adalah sekolah yang bersifat eksklusif.
Justru menurutnya, sekolah ini bersifat inklusif dan jauh berbeda dengan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) yang dihapus Mahkamah Konstitusi (MK) tahun 2013.
"(Sekolah Unggulan Garuda) ini adalah sekolah yang inklusif. Jadi bukan sekolah yang eksklusif. Sekolah yang inklusif, sehingga tentu saja kesempatan diberikan pada mereka juga yang disabilitas. Dan secara real ini akan dituangkan di sekolah Garuda baru," kata Stella di Kantor Kemendikti Saintek di Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (17/5/2025).
Ia menambahkan, sekolah besutan Presiden Prabowo Subianto ini membuka kesempatan seluas-luasnya kepada siswa berprestasi dan siswa unggul dari kalangan kelas menengah ke bawah.