Selasa, 17 Maret 2026

Haji 2025

Meski Berusia 107 Tahun, Sutiah Sunyoto Tetap Kuat Menjalani Ibadah Haji 2025

Sutiah Sunyoto, nenek berusia 107 tahun ini berangkat haji. Dirinya pun mempersiapkan segala kebutuhan terutama fisikinya untuk menjalani ibadah haji

Tayang:
Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Meski Berusia 107 Tahun, Sutiah Sunyoto Tetap Kuat Menjalani Ibadah Haji 2025
Dok Istimewa
CALHAJ TERTUA - Sutiah Sunyoto (107), calon jemaah haji (calhaj) tertua Lampung asal Desa Sidowaluyo, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan, Selasa (29/4/2025). 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Sutiah Sunyoto, nenek berusia 107 tahun ini berangkat haji.

Dirinya pun mempersiapkan segala kebutuhan terutama fisikinya untuk menjalani ibadah haji nanti.

Meski telah berusia 107 tahun, Sutiah tak pernah putus asa, malahan semangatnya tetap membara menjelang hari keberangkatan.

Dilansir dari pemberitaan Tribunnews.com, Rahasia kekuatannya hanya hidup sederhana, makan sayur, dan rutin membaca ayat kursi, membuktikan bahwa iman dan tekad bisa mengalahkan batas usia.

Sutiah merupakan salah satu dari sebanyak 22.454 jemaah lansia yang kini sudah berada di Madinah, Arab Saudi. 

Mereka datang ke Tanah Suci dengan niat menunaikan ibadah haji meski dalam kondisi yang sudah sepuh.

Meski sudah berusia lanjut, nyatanya kondisi itu tak menghalangi keinginan mereka untuk menjalankan rukun Islam kelima ini. 

Semangat tetap menghiasi wajah-wajah para jemaah lansia itu.

Seperti halnya Sutiah Sunyoto, calon jemaah haji Embarkasi JKG 19, asal Lampung Selatan ini. 

Usianya sudah 107 tahun. Sutiah menjadi jemaah tertua yang sudah tiba di Tanah Suci.

Sutiah Ungkap Rahasia Kuat Menunaikan Ibadah

Kepada Tribunnews, Sutiah menceritakan bagaimana ia bisa mencapai usia panjang lebih dari satu abad. 

Dengan wajah semringah Sutiah menyebut tak ada rahasia apa-apa sehingga ia bisa berumur panjang. Hidupnya biasa-biasa saja.

"Tidak ada rahasia apa-apa, biasa saja. Makan cuma nasi dan sayur-sayuran, enggak mau makan ayam potong, nggak suka," kata Sutiah, Sabtu (17/5).

Sutiah sendiri mengaku sudah mendaftarkan diri menjadi calon jemaah haji sejak 2013 dan baru mendapat panggilan berhaji pada tahun 2025 ini. 

Itu artinya Sutiah sudah menunggu selama 12 tahun untuk akhirnya bisa menjejakkan kaki di Tanah Suci.

Sebelumnya Sutiah tinggal di Banyuwangi, Jawa Timur.

Kemudian sejak 1959 dia pindah ke Lampung.

Di sana ia sempat menjadi petani. 

Belakangan Sutiah mengaku tidak diizinkan lagi oleh anak-anaknya untuk bekerja karena usianya yang sudah lanjut.

Lantas, apakah ada doa khusus yang dibaca Sutiah selama di Tanah Suci? "Saya bisanya doa ayat kursi dan apa aja yang saya bisa, pengin doa apa aja tapi enggak bisa, gampang lupa," katanya.

"Mau minta doa panjang umur bu?" tanya wartawan saat mengunjungi Sutiah di salah satu hotel di Madinah. 

"Walah wong ya udah tua," jawab Sutiah sembari tertawa.

Keraguan Pak Saeun 

Lain Sutiah lain lagi cerita Pak Saeun. 

Pria asli Blitar Jatim yang kini berusia 83 tahun itu awalnya ragu apakah bisa berhaji di usianya yang sudah senja. 

Saeun baru mendaftar haji tahun 2019. 

Dia menyusul anaknya, Puji Astuti yang lebih dulu mendaftarkan haji tahun 2012.

"Bapak daftar tahun 2019, sebelum daftar bapak bilang mau daftar haji apa bisa barengan sama saya, saya jawab insyaallah bisa pak," kata Puji, sang anak yang menjadi pendamping Sauen beribadah haji.

Saat itu Saeun dan Puji baru saja keluar dari Jalur Fast Track Bandara Internasional Amir Mohammad bin Abdul Aziz (AMAA), Madinah menuju bus yang akan mengantarkan mereka ke hotel, Kamis (15/5) malam.

Rupanya doa Puji menjadi kenyataan. 

Meski menunggu daftar antrean 6 tahun, Saeun akhirnya bisa bersama-sama dengan anaknya menunaikan ibadah haji tahun 2025 ini. 

"Waktu daftar saya nungguin 10 tahun. Aslinya tahun 2022 saya dapat panggilan untuk berangkat haji, tapi karena Covid tahun kemarin saya masuk daftar cadangan," kata Puji.

Puji sebenarnya ingin berangkat haji bersama kedua orang tuanya. 

Namun karena pendamping haji hanya dibolehkan untuk mendampingi satu orang jemaah, maka hanya ayahnya saja yang bisa berangkat.

Sementara ibunya yang berusia 72 tahun tidak bisa berangkat bersama Puji dan ayahnya. 

"Iya saya bangga, bangga sekali bisa sampai Tanah Suci," timpal Saeun dengan wajah ceria.

Demikian pula Puji yang sangat bahagia bisa menunaikan haji dan mendampingi ayahnya. 

"Alhamdulillah sekali, bahagia sekali, kayak dapat apa gitu, mimpi. Apalagi (berhaji) sama bapak," kata Puji.

Puji mengaku awalnya dia sempat ragu dan bingung saat hendak berangkat ke Tanah Suci. 

Dia berpikir banyak barang yang akan dibawa termasuk membantu ayahnya.

"Pernah ya mbak saya berpikir, kan saya pas sebelum berangkat itu dorong terus nanti bawa kopernya gimana, ribet, ya Allah piye," kata Puji.

Namun sesampainya di Saudi, yang menjadi kekhawatiran Puji sama sekali tak terjadi. 

Sebab Puji mengaku mendapat banyak pertolongan. 

"Sebelumnya mikir gini bagaimana bawa kopernya, tapi ternyata sampai disini banyak yang bantu, alhamdulillah," kata Puji. 

Hingga hari ke-16 operasional penyelenggaraan haji 1446 H, Sabtu (17/5) pukul 06.00 Waktu Arab Saudi (WAS), sebanyak 104.200 jemaah haji sudah berada di Madinah. 

Dari jumlah itu, sebanyak 22.454 di antaranya merupakan jemaah lansia.

Berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), jumlah jemaah yang sudah tiba di Arab Saudi ini total mencapai 51,26 persen dari kuota 203.320 jemaah reguler. 

Sementara berdasarkan kloter, yang telah tiba di Tanah Suci sebanyak 267 dari total 525 kloter jemaah haji atau 50,86 persen. (*)


Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved