Video Tribun Gorontalo

VIDEO: Keterangan Lengkap Lukman Latili Nelayan Gorontalo yang Bertahan 8 Bulan di Lautan

Lukman Latili, seorang pelaut berusia 63 tahun dari Desa Timbuwolo Timur, Kecamatan Botupingge, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, mengisahkan pengala

|
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba

TRIBUNGORONTALO.COM, VIDEO -- Lukman Latili, seorang pelaut berusia 63 tahun dari Desa Timbuwolo Timur, Kecamatan Botupingge, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, mengisahkan pengalaman hidupnya yang mencengangkan.

Terkatung-katung di tengah samudra selama berbulan-bulan, ia menjadi saksi bisu keganasan laut, dan lebih dari itu, mengalami kejadian-kejadian di luar nalar.

Pada tanggal 13 Juli 2024, saat menjaga rakitnya di perairan Pinolosian, Sulawesi Utara, petaka menghampiri.

Tali utama yang menambatkan rakitnya terputus, menyeretnya ke luasnya lautan tanpa kendali.

"Saya sadar saat melihat semua tali rakit mengapung, pertanda sudah jauh terbawa arus," kenang Lukman pada TribunGorontalo.com, Kamis (15/5/2025).

Pencarian oleh Pol Airud tak membuahkan hasil. Komunikasi pun lenyap ditelan jarak.

Rakit yang biasanya menjadi rumah terapungnya selama berbulan-bulan kini berubah menjadi penjara sunyi.

Dengan sisa perbekalan, Lukman berjuang lebih dari sebulan, menyantap bubur pagi dan malam.

Ketika bekal menipis, ia mencoba meraup rezeki dari laut dengan alat sederhana, namun seringkali kelaparan menghantuinya hingga berhari-hari.

"Lima hari lima malam tanpa setetes makanan," ucapnya lirih. 

Bahkan, saat kayu bakar rakitnya habis, ikan mentah pun terpaksa ia telan, itupun jika berhasil menangkap. Jika tidak, air mata dan doa menjadi santapannya.

Badai dan ombak raksasa pun tak henti menguji ketahanan rakitnya dan nyawanya. Di tengah ancaman maut, hanya kepasrahan kepada Sang Khalik yang tersisa.

Dalam kesepian dan putus asa, Lukman tak pernah berhenti merapal doa, bahkan ketika harapan terasa sirna dan ia sempat mempertanyakan keadilan Ilahi.

"Saya memohon, 'Ya Allah, jemputlah aku. Sudah tak berdaya lagi,'" tuturnya dengan wajah memerah.

Niat untuk mengakhiri hidup sempat terlintas, namun urung berkat penggalan kalimat dalam buku pemberian anaknya tentang nasib tragis pelaku bunuh diri di akhirat. Buku itu menjadi teman setianya di tengah lautan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved