Berita Haji Gorontalo
Maryam Pou, Calon Jemaah Haji Tertua Gorontalo Rutin Jalan Pagi Jelang Keberangkatan ke Mekkah
Maryam Pou menjadi Calon Jemaah Haji tertua dari Provinsi Gorontalo. Diumurnya 85 tahun ini dirinya semangat menunggu detik-detik keberangkatan.
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Prailla Libriana Karauwan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/fgjdthfhmn.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Maryam Pou menjadi Calon Jemaah Haji tertua dari Provinsi Gorontalo.
Diumurnya yang sudah menginjak 85 tahun ini dirinya semangat menunggu detik-detik keberangkatan.
“Alhamdulillah, senang dan bahagia,” ungkap Maryam singkat
Didampingi putrinya, Marni Muharram (58) Maryam telah bersiap menunaikan rukun islam kelima setelah penantian panjang.
Baca juga: Masyarakat Indonesia Didorong Untuk Gunakan E-Sim, Menkomdigi: Demi Hindari Spam Calling
Kata Marni, ibunya ini rutin berolahraga ringan seperti jalan pagi menjelang hari keberangkatannya.
Hal ini dilakukan Maryam demi bisa kuat ketika di Tanah Suci Mekkah nanti.
"Insya Allah oma masih kuat. Setiap pagi oma masih jalan-jalan," ujar Marni dengan mata berkaca-kaca saat diwawancarai TribunGorontalo.com, Jumat (16/5/2025).
Kata Marni, jalan pagi ini dengan semangat dikerjakan Maryam tiap hari.
Baca juga: Siti Jamumall, Tiktoker Malaysia Viral Usai Ditalak Suami saat Live, Padahal Baru Seminggu Rujuk
Meski usianya telah lanjut dan ada riwayat hipertensi, semangat Marni tidak pernah pudar.
Selain jalan pagi, Maryam pun rutin mengikuti Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) untuk menjaga kondisi tubuhnya tetap stabil dan fit untuk berangkat ke Mekkah.
Perjalanan spiritual ini sudah direncanakan sejak lama, Mani mendaftarkan dirinya sendiri pada 2015 sedangkan sang ibu di tahun 2019.
Baca juga: Terlibat dalam Praktik Haji Ilegal, Dua WNI Asal Jawa Barat Ditangkap Kepolisian Arab Saudi
Namun jadwal keberangkatan mereka tak sesuai, kata Marni dirinya sempat mengajukan permohonan agar ibunya bisa berangkat bersamanya.
Porsi ibadah haji Marni jatuh pada tahun 2026 sedangkan sang ibu, Maryam pada tahun 2032.
Namun, keduanya dijadwalkan keberangkatan pada tahun 2025 ini.
Hal ini dikarenakan Maryam termasuk prioritas bagi jemaah lansia sehingga prosesnya dipercepat.
Baca juga: Promo JSM ALfamart dan Indomaret 16 - 19 Mei 2025: Minyak Goreng 2L Hanya Rp30 Ribuan Saja
“Justru karena saya ingin oma ikut berangkat dengan saya di 2026, malah saya yang akhirnya ditarik ke jadwal oma, berangkat 2025. Alhamdulillah,” ujarnya bersyukur.
Maryam Pou dijadwalkan akan berangkat pada 22 Mei 2025.
Namun sehari sebelumnya Maryam bakal masuk ke Asrama Haji Gorontalo.
Baca juga: Gegara Kepergok Selingkuh Bareng Sekdes, Kades di Lamongan Banting Istri di Depan Anak-anak
Persiapan pun berjalan lancar berkat bimbingan dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) yang membantu segala keperluan, mulai dari pakaian hingga kebutuhan selama di tanah suci.
Bagi keluarga, keberangkatan ini bukan sekadar perjalanan ibadah, tapi juga bukti kasih sayang dan ikatan kuat antara ibu dan anak untuk saling menjaga serta mendoakan.
Semangat Maryam menjadi inspirasi bagi banyak orang, bahwa selama masih ada niat dan keyakinan, tak ada kata terlambat untuk beribadah.
(TribunGorontalo.com/Arianto Panambang)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.