Sabtu, 7 Maret 2026

Tribun Podcast

Irwan Hunawa Sebut Kota Gorontalo Bukan Lagi Pusat Perdagangan, Infrastruktur Harus Dibangun Ulang

Ketua DPRD Kota Gorontalo, Irwan Hunawa, menyuarakan harapan besar agar Pemerintah Provinsi Gorontalo fokus memperbaiki infrastruktur sebagai fondasi

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Irwan Hunawa Sebut Kota Gorontalo Bukan Lagi Pusat Perdagangan, Infrastruktur Harus Dibangun Ulang
Youtube TribunGorontalo.com
TRIBUN PODCAST - Irwan Hunawa Ungkap Kota Gorontalo Kehilangan Status Kota Dagang: "Kini Semua Terdistribusi ke Kabupaten". Karena itu ia mendorong pembangunan infrastruktur. 

Reporter: Inayah Nuraulia Mokodongan

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Ketua DPRD Kota Gorontalo, Irwan Hunawa, menyuarakan harapan besar agar Pemerintah Provinsi Gorontalo fokus memperbaiki infrastruktur sebagai fondasi utama pertumbuhan dan penguatan ekonomi daerah.

Pernyataan itu ia sampaikan dalam podcast bersama TribunGorontalo.com pada Rabu, 14 Mei 2025.

Irwan mengungkapkan kekhawatirannya terhadap tingkat kemandirian fiskal Kota Gorontalo yang dinilainya masih sangat bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat.

“Ingat, Kota Gorontalo masih 73 persen mengandalkan uang transferan dari pusat. Kita belum menjadi daerah yang mandiri,” kata Irwan dengan nada serius.

Menurutnya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Gorontalo memang sudah mencapai Rp350 miliar.

Namun, sekitar Rp170 miliar di antaranya berasal dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), khususnya rumah sakit, yang operasionalnya tidak secara langsung menggerakkan sektor ekonomi produktif lainnya.

Sementara itu, Irwan mencermati bahwa struktur pendapatan Provinsi Gorontalo secara keseluruhan lebih banyak ditopang oleh sektor pertanian dalam skala besar.

“Pendapatan Provinsi Gorontalo lebih besar ditopang dari sektor pertanian untuk skala besar,” ujarnya.

Meski begitu, Irwan menyebut bahwa Kota Gorontalo masih menjadi penopang utama perputaran dan pertumbuhan ekonomi provinsi, bahkan menduduki peringkat kedua setelah sektor unggulan.

Namun, ia menyayangkan bahwa kontribusi sektor perdagangan, yang dahulu menjadi andalan Kota Gorontalo, kini justru semakin melemah.

“Dulu, 20 tahun lalu, kita branding Kota Gorontalo sebagai kota perdagangan karena semua orang berbelanja datang ke sini. Tapi sekarang? Sudah tidak lagi. Semuanya sudah terdistribusi ke kabupaten-kabupaten,” beber Irwan.

Ia mencatat bahwa saat ini sektor perdagangan hanya menyumbang sekitar 20 persen terhadap ekonomi kota.

Padahal, untuk layak disebut sebagai kota perdagangan, kontribusinya idealnya berada di atas 50 persen.

Dalam konteks ini, Irwan menilai bahwa kunci untuk membalikkan tren penurunan itu adalah pembenahan infrastruktur.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved