Kamis, 12 Maret 2026

Human Interest Story

Kisah Syam Ismail, Pria Paruh Baya di Gorontalo Jualan Bantal Keliling Pakai Sepeda Ontel

Syam merupakan warga Kelurahan Siendeng, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Dirinya berjualan bantal keliling dari wilayah ke wilayah.

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Kisah Syam Ismail, Pria Paruh Baya di Gorontalo Jualan Bantal Keliling Pakai Sepeda Ontel
TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga
HIS KAKEK JUALAN BANTAL – Syam Ismail ketika ditemui TribunGorontalo.com, Senin (12/5/2025). Syam merupakan penjual bantal keliling menggunakan sepeda ontel. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Syam Ismail, kakek berusai 75 tahun berjualan bantal keliling menggunakan sepeda ontel.

Syam merupakan warga Kelurahan Siendeng, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

Dirinya berjualan bantal keliling dari wilayah ke wilayah.

Saat ditemui Tribun Gorontalo, Senin (12/5/2025) Syam tengah beristirahat di ruas jalan Pangeran Hidayat atau kerap disebut Jalan Dua Susun (JDS) Kota Gorontalo.

Baca juga: Sudah Sepekan, Polres Gorontalo Belum Berhasil Ungkap Kasus Penganiayaan di GORR

Syam pun menceritakan perjuangannya berjualan bantal sejak umur 30 tahun.

Syam mengatakan dirinya berangkat dari rumah sekitar pukul 06.30 Wita menuju ke pasar-pasar.

“Paling lambat 07.00 Wita, abis dari pasar saya datang singgah di sini untuk melepas lelah,” ungkapnya sembari menyandarkan tubuhnya di tembok.

Biasanya Syam dari rumah menuju ke pasar di Kabila Kabupaten Bone Bolango, lalu mampir ke beberapa pasar lainnya.

Letih memang, tapi baginya ini sudah menjadi makanan sehari-hari Syam.

Baca juga: Ramalan Zodiak Cancer, Leo dan Virgo Besok Selasa 13 Mei 2025: Cinta hingga Keuangan

Di area Jalan Pangeran Hidayat ini lah menjadi tempat istirahatnya ketika akan kembali ke rumah sekitar pukul 10.00 Wita.

“Setelah dari pasar tempat saya berhenti di sini, sebelum balik ke rumah jam 10.00 Wita dan setelah itu saya tidak akan jalan lagi,” bebernya.

Syam sebetulnya warga asli Kelurahan Donggala tapi memilih tinggal bersama istri di Siendeng.

Dirinya mempunyai dua orang putri dan dua orang putra yang telah memiliki keluarga baru.

Kata Syam, dirinya di rumah tinggal bersama istri dan ketiga anaknya.

Sedangkan satu anaknya sudah tinggal terpisah.

Baca juga: GORONTALO TERPOPULER: Polisi Diduga Aniaya Warga - Patroli Rutin di Jalan GORR Imbas Pengeroyokan

Tubuh yang tidak sekuat dulu itu tetap bertahan demi mencari nafkah, 

Meskipun sering cepat merasakan lelah dan tubuh yang kerap sakit-sakitan, Syam tetap menggeluti pekerjaannya.

Hal itu dilakukan Syam agar tidak bergantung kepada anaknya.

Meski nafas tersendak-sendak, Syam dengan kuat mengayun sepeda ontelnya untuk menawarkan bantal yang ia jual.

Setiap hari Syam sering membawa sekitar delapan buah bantal, baik itu batal kepala maupun guling.

Bantal-bantal itu ia patok dengan harga Rp75 ribu per buah 

Baca juga: Ramalan Zodiak Aries, Taurus dan Gemini Besok Selasa 13 Mei 2025: Cinta hingga Keuangan

“Saya hanya membeli bantal ini dari adik dan keponakan, kalau tidak ada uang saya hutang dulu,” terang Syam.

Ia mengaku bantal-bantalnya sering laku, tapi tidak menentu. 

Terkadang dalam tiga hari hanya satu atau dua bantal saja yang terjual.

Kalau tidak laku, kata Syam dirinya hanya bersabar tapi tekatnya untuk mencari uang tidak tergoyahkan.

“Laku dan tidak laku saya pasti kembali ke rumah sekitar jam biasa saya pulang,” jelasnya.

Baca juga: Kebakaran Rumah di Dembe Gorontalo Nyaris Menghanguskan Seorang Nenek Berusia Sekitar 80 Tahun

Menurut Syam laki-laki berjuang untuk hidup menghidupi, sehingga bekerja itu juga sudah menjadi hobinya.

Syam merasa suntuk apabila tidak melakukan aktivitas di rumah, sehingga Syam memilih untuk bekerja.

Menurut Syam, pekerjaan ini bukan hanya ladang untuk mencari uang tapi sebagai bentuk syukur kepada Tuhan karena masih memberikan kesehatan dan umur panjang padanya.

Baca juga: Dicairkan Juni 2025, Apakah Janda dan Duda Masih Dapat Gaji 13 PNS? Ini Jawabannya

“Saya kerja demi keluarga, mau banyak dan tidak kita harus tetap bersyukur,” ungkap Syam sembari terseyum sampai giginya yang tersisa satu itu kelihatan.

Kakek Syam mengajarkan kita arti dari perjuangan seorang laki-laki dan juga seorang ayah dan bersyukur karena diberikan kesehatan. Sesuatu yang tidak bisa dibayar dengan uang.(*)

 

(TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved