Kebakaran Gorontalo
Kebakaran Rumah di Dembe Gorontalo Nyaris Menghanguskan Seorang Nenek Berusia Sekitar 80 Tahun
Seorang nenek berusia sekitar 80 tahun hampir menjadi korban kebarakan di Kelurahan Dembe, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Prailla Libriana Karauwan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/sdfhbsdergbseh.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Seorang nenek berusia sekitar 80 tahun hampir menjadi korban kebarakan di Kelurahan Dembe, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo.
Kebakaran di Kelurahan Dembe ini menghanguskan dua rumah milik warga.
Salah satunya rumah yang ditinggali oleh Hawaria Guge, seorang nenek berusia sekitar 80 tahun beserta keluarganya.
Dian Hamzah, cucu Hawaria menjelaskan detik-detik kebakaran di rumahnya itu.
Baca juga: BREAKING NEWS: 2 Rumah di Dembe Kota Gorontalo Terbakar! Pemadaman Terhambat Akses
Kata Dian, api awalnya muncul dari lantai dua sekira pukul 11.15 Wita.
Dirinya yang saat itu tengah berada di lantai bawah seketika terkejut dengan teriakan warga.
"Ada di bawah kami, api kan dari lantai dua, warga berteriak api di atas sudah besar sekali," ungkapnya kepada Tribun Gorontalo, Senin (12/5/2025).
Mengetahui kobaran api yang telah membesar, Dian pun segera menyelamatkan anak-anaknya.
Baca juga: Seorang Anggota Polisi Gorontalo Utara Diduga Aniaya Warga, Jidat Pecah hingga 8 Jahitan
Sedangkan neneknya, Hawaria di selamatkan oleh tetangga dan keluarganya yang lain.
"Kami di situ panik, saya selamatkan dulu anak saya, kalau nenek saya saya panggil orang-orang jadi banyak yang sudah menolong," bebernya.
Kondisi Hawaria yang tak bisa bangun dari tempat tidur harus membutuhkan pertolongan orang lain.
Beruntung ada anaknya yang langsung sigap masuk ke rumah demi menyelamatkan sang ibu.
Baca juga: 30 Instansi dengan Pelamar CPNS 2024 Paling Sedikit, Bisa Jadi Referensi di Tahun 2025
Marianto Ismail, anak dari Hawaria mengungkapkan di saat terjadinya kebakaran dirinya berada di rumahnya yang berdekatan dengan rumah orang tuanya.
Teriakan warga pun mulai bersahutan, awalnya Marianto tidak tahu rumah siapa yang kebakaran.
Setelah keluar dari rumah, ia kaget ternyata rumah orang tuanya yang terbakar.
Kata Marianto, ada seorang warga yang memberitahu bahwa sang ibu, Hawaria masih berada di dalam rumah.
Sedangkan warga sudah berkerumun di luar sambil membantu memadamkan api dengan alat seadanya.
Baca juga: Kronologi Penemuan Bayi Laki-laki di Suwawa, Gorontalo, Terbungkus Tas Plastik Merah di Pintu Dapur
Namun, api telah membesar mulai melalap lantai dua rumah orang tuanya.
"Ada yang bilang, ka Ari ibumu masih di dalam," ujar Marianto dengan nada ngos-ngosan.
Marianto tak kenal takut, dirinya langsung menerobos kobaran api untuk menyelamatkan sang ibu.
"Saya langsung terobos ke dalam rumah," tegasnya.
Baca juga: Diskon Minyak Goreng Rp30 Ribuan di Alfamart Ukuran 2 Liter, Berlaku hingga 15 Mei 2025
Karena wilayah tersebut padat pemukiman maka api pun dengan cepat menjalar ke rumah lainnya.
Beruntungnya rumah satunya masih bisa menyelamatkan barang-barang.
Pemadaman kebakaran datang beberapa menit kemudian, namun akses yang cukup sulit karena rumah tersebut berada di atas maka damkar kesulitan untuk memadamkan api.
Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa, namun kerugian yang dialami kedua rumah itu berkisar ratusan juta. (*)
(TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.