SItus Budaya

Museum Pendaratan Soekarno di Gorontalo, Melihat Jejak sang Proklamator

Bagi pelancong yang berkunjung ke Gorontalo, museum pendaratan Presiden Ir Soekarno bisa menjadi destinasi.

Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
TribunGorontalo.com/Arianto Panambang
MUSEUM PENDARATAN SOEKARNO - Kondisi Museum Pendaratan Soekarno di Gorontalo, Minggu (11/5/2025). Terdapat banyak foto dokumentasi kedatangan soekarno, juga replika pesawatnya. (Sumber Foto: Arianto Panambang). 

TRIBUNGORONTALO.COM – Bagi pelancong yang berkunjung ke Gorontalo, Museum Pendaratan Soekarno bisa menjadi destinasi.

‎Museum ini terletak di tepi Danau Limboto, Desa Iiuta, Kecamatan Batudaa Kota Gorontalo.

Lakasi tersebut menjadi saksi bisu kedatangan sang Proklamator di bumi Serambi Madinah pada November 1951.

‎Kala itu, Soekarno bersama rombongan tiba menggunakan pesawat amfibi Catalina PB-504. Mereka mendarat langsung di permukaan Danau Limboto.

sebuah manuver yang penuh tantangan sekaligus monumental, mengingat Gorontalo saat itu belum memiliki landasan pacu.

‎Kedatangan pemimpin besar Indonesia ini mendapat sambutan meriah dari masyarakat Gorontalo. 

‎Begitu memasuki area museum, pengunjung langsung disambut diorama megah yang merekonstruksi detik-detik pendaratan Soekarno.

‎Replika pesawat Catalina lengkap dengan figur miniatur warga yang bersorban dan berkain sarung menggambarkan antusiasme masyarakat kala itu.

Baca juga: Velg Mobil Terjual Padahal Barang Bukti Kasus Narkoba Gorontalo, Kurniawan Duga Ada Polisi Nakal

WISATA PENDARATAN SOEKARNO : Wisata Pendaratan Soekarno di Desa Iluta, Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Sabtu (22/2/2025). Fasilitas di Pendaratan Soekarno masih terjaga dengan baik
WISATA PENDARATAN SOEKARNO : Wisata Pendaratan Soekarno di Desa Iluta, Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Sabtu (22/2/2025). Fasilitas di Pendaratan Soekarno masih terjaga dengan baik (TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)

‎Tak jauh dari situ, deretan panel foto hitam putih mendokumentasikan suasana penyambutan, pidato akbar di tanah lapang Gorontalo, hingga pertemuan bersejarah dengan tokoh lokal Nani Wartabone.

‎“Saya merinding melihat diorama pendaratan Soekarno ini. Seperti dibawa kembali ke masa lampau, membayangkan betapa besar harapan rakyat Gorontalo saat itu,” ujar seorang pengunjung asal Gorontalo Utara, Yuliana (32) kepada TribunGorontalo.com, Minggu (11/5/2025).

‎“Bukan hanya tempat wisata, ini tempat belajar mencintai Indonesia dari akar sejarahnya,” tambahnya.

‎Kunjungan Soekarno pada 1951 bukan sekadar lawatan biasa. Tujuan utamanya adalah mengonsolidasikan persatuan bangsa pasca kedaulatan Indonesia dari Belanda pada 27 Desember 1949.

‎Gorontalo dipilih karena rekam jejaknya dalam menggalang semangat kebangsaan, terutama melalui peristiwa Hari Patriotik 23 Januari 1942 yang dipimpin Nani Wartabone.

Gorontalo menjadi tempat pemberontakan terhadap pendudukan Jepang dan Belanda di Nusantara.

WISATA PENDARATAN SOEKARNO : Wisata Pendaratan Soekarno di Desa Iluta, Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Sabtu (22/2/2025). Fasilitas di Pendaratan Soekarno masih terjaga dengan baik.
WISATA PENDARATAN SOEKARNO : Wisata Pendaratan Soekarno di Desa Iluta, Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Sabtu (22/2/2025). Fasilitas di Pendaratan Soekarno masih terjaga dengan baik. (TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)



‎Selain dokumentasi visual, museum ini juga memuat narasi detail tentang peran Gorontalo dalam sejarah nasionalisme Indonesia, lengkap dengan nama-nama tokoh pejuang lokal dan peristiwa penting.

‎Bagi generasi muda, kunjungan ke museum ini menjadi refleksi tentang pentingnya menjaga persatuan bangsa dan menghargai perjuangan leluhur.

‎Museum Pendaratan Presiden Ir Soekarno di Gorontalo bukan sekadar tempat menyimpan benda bersejarah.

‎Ia adalah ruang yang hidup, tempat kenangan dan semangat perjuangan bergema, mengajak setiap pengunjung merenungi arti persatuan dan pengorbanan. 

 


(TribunGorontalo.com/Arianto Panambang)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved