Sabtu, 21 Maret 2026

Mata Lokal Fest 2025

Mata Lokal Fest 2025, Pramono Anung Bicara Transportasi Umum Gratis hingga Jakarta Kota Global

Gubernur Jakarta Pramono Anung menjadi pembicara dalam acara  Mata Lokal Fest 2025 di Hotel Shangrilla, Jakarta, Kamis (8/5/2025).

Tayang:
Editor: Ponge Aldi
zoom-inlihat foto Mata Lokal Fest 2025, Pramono Anung Bicara Transportasi Umum Gratis hingga Jakarta Kota Global
Tribunnews/Jeprima
MATA LOKAL FEST - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan kata sambutan pada acara Mata Lokal Fest 2025 di Hotel Shangrila, Jakarta Selatan, Kamis (8/5/2025). 

TRIBUNGORONTALO.COM - Gubernur Jakarta Pramono Anung menjadi pembicara dalam acara  Mata Lokal Fest 2025 di Hotel Shangrilla, Jakarta, Kamis (8/5/2025).

Even Mata Lokal Fest 2025  digelar Tribun Network Ini menjadi ruang kolaborasi gagasan antara individu dan entitas lokal inspiratif dengan dampak nyata, yaitu Mata Lokal Fest 2025. 

Salah satu agenda utama dari Mata Lokal Fest 2025 ialah sesi Summit, panggung dialog untuk berdiskusi mengenai beragam isu terkait Sustainable Development Goals (SDGs). 

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung turut hadir sebagai pembicara dalam sesi yang mengangkat topik “Merajut Masa Depan Berkelanjutan sebagai Kota Global”.

Sesi ini membahas bahwa di Indonesia, khususnya di Jakarta, ketimpangan sosial dan kesenjangan ekonomi masih menjadi sebuah permasalahan nyata.

Salah satu yang disoroti Pramono adalah ketimpangan di sektor pendidikan. Maka dari itu, sejak dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta, dirinya berniat membangun Jakarta melalui beberapa program prioritas yang tengah dikerjakannya. Salah satunya adalah memberi bantuan di sektor pendidikan untuk masyarakat kategori tidak mampu. 

Program prioritas ini bukan sekadar program biasa. Dengan programnya ini, Pramono berusaha untuk menekan Gini Ratio yang timbul karena adanya kesenjangan sosial di Jakarta. 

“Persoalan paling besar di Jakarta saat ini adalah Gini Ratio, perbedaan jumlah kaya dan miskin yang begitu besar,” ujar Pramono Anung dalam acara Mata Lokal Fest 2025 di Hotel Shangri- La, Jakarta, Kamis (8/5/2025). 

Berdasarkan data Gini Ratio, mengindikasikan bahwa adanya ketimpangan yang signifikan antara kaya dan miskin di wilayah ibu kota. Oleh karena itu, Pemprov DKI Jakarta menjalankan berbagai program prioritas guna menurunkan tingkat kesenjangan sosial di masyarakat. 

Adapun program-program tersebut di antaranya, Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang memberikan bantuan kepada 707.622 siswa kurang mampu dengan memberikan Rp300.000 per bulan; Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) yang diperluas hingga jenjang S2 dan S3; dan pemutihan ijazah bagi sekitar 6.600 orang pada periode pertama. 

 “Inilah yang menjadi program saya yang utama, terutama ketika saya maju sebagai gubernur sama sekali tidak menjanjikan apapun. Sehingga, secara sungguh-sungguh saya sekarang mencoba untuk menekan gini ratio di Jakarta,” jelas Pramono. 

Selain itu, Pramono juga menekankan pentingnya memperkuat budaya Betawi di Jakarta. Menurutnya, membangun Jakarta melalui pendekatan kebudayaan, khususnya dengan mengangkat dan memperkuat budaya Betawi sebagai identitas utama kota menjadi tugas penting. 

Salah satu bentuk nyatanya adalah rencana relokasi patung M.H. Thamrin ke lokasi strategis di Bundaran HI sebagai simbol penghormatan terhadap pahlawan Betawi. Tak hanya itu, ia juga merencanakan untuk merevitalisasi ruang-ruang publik, termasuk penggabungan tiga taman besar di Blok M untuk memperkuat karakter budaya kota. 

“Komitmen ini sejalan dengan amanat UU Nomor 2 Tahun 2024 yang menetapkan budaya Betawi sebagai budaya utama Jakarta, terutama dalam menyongsong peran Jakarta sebagai ibu kota ASEAN,” ucap Pramono. 

Siap lanjutkan program-program sebelumnya yang terbukti baik 

Pada sesi Summit ini, Pramono mengungkapkan bahwa pihaknya juga akan melanjutkan program-program yang sebelumnya telah berjalan dan terbukti baik, mulai dari mengatasi masalah kemacetan di sekitar JIS dengan membangun jembatan penghubung antara Ancol dan stadion sebagai solusi parkir dan akses, mengintegrasikan seluruh moda transportasi dengan pendekatan kolaboratif, hingga menyelesaikan persoalan klasik Jakarta, seperti banjir, macet, dan polusi. 

Untuk menyelesaikan permasalahan klasik seperti banjir, macet, dan polusi, Pramono menyebut juga akan melanjutkan program normalisasi Sungai Ciliwung yang diperkirakan mampu mengurangi potensi banjir hingga 40 persen. Dalam hal pengelolaan sampah, Pemprov DKI Jakarta akan menjadikan 7.500 ton sampah sebagai sumber energi dan aktif menjalin kerja sama dengan pihak-pihak yang memiliki teknologi pengelolaan limbah. 

“Ke depannya, saya berharap upaya yang dilakukan ini bisa mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat Jakarta. Maka itu, saya mohon dukungan, support-nya untuk memperbaiki Jakarta,” pungkas Pramono. 

Mata Lokal Fest 2025 menghadirkan tiga agenda utama, yaitu penghargaan Mata Lokal Award yang menjadi ajang apresiasi bagi para entitas yang memberi dampak nyata dalam hal SDGs, sesi summit yang menghadirkan Pramono Anung dan berbagai tokoh lain sebagai pembicara, serta agenda festival yang menampilkan rangkaian acara hiburan. 

Pramono Tegaskan Kebijakan ASN Pemprov Jakarta Naik Transportasi Umum Tiap Rabu Tidak Akan Kendur

Pramono Anung menegaskan kebijakan untuk para ASN Jakarta pada hari Rabu agar menggunakan transportasi umum tak akan kendur.

Dia memahami bahwa ada pola pikir yang berkembang, bahwa kebijakan ini akan perlahan luntur seiring berjalannya waktu.

"Mereka berpikir pasti gubernurnya abis itu pelan-pelan akan (melunak), enggak. Saya sudah sampaikan di internal," kata Pramono dalam acara ,
 
Dia mengingatkan kepada para ASN di Pemprov Jakarta bahwa siapapun yang melanggar kebijakannya, tak akan ada kenaikan jabatan.

"Bagi siapapun yang melakukan pelanggaran ini selama era kepemimpinan saya minimal 5 tahun ke depan, jangan berharap naik jabatan. Jangan berharap naik jabatan," kata dia.

Dia bahkan mengatakan jika ada yang masuk ke kantor pada Rabu menggunakan kendaraan pribadi, akan langsung diusir keamanan.

"Dulunya mereka (keamanan) enggak berani. Sekarang mereka berani karena apa? Saya perintahkan kepada semua wali kota, bilangin sekuritinya, mengusirnya atas nama gubernur DKI Jakarta, dan masyarakat kita kalau begitu kan tertib," tandasnya.

Pramono Bicara Upaya Tekan Ketimpangan Miskin dan Kaya di Jakarta Melalui Sektor Pendidikan

Gubernur Jakarta Pramono Anung juga memaparkan soal masih nyatanya ketimpangan antara orang kaya dan orang miskin di Jakarta. Pramono mencatat populasi Jakarta saat ini sebesar 10,8 juta jiwa. 

"Pagi hari, siang hari tambah 3,5 juta. Jadi kurang lebih hampir 14 juta," kata Pramono dalam acara Mata Lokal Fest 2025 yang diadakan Tribun Network, di Hotel Shangrilla, Jakarta, Kamis (8/5/2025).

Lewat gambaran masalah tersebut, Pramono menjelaskan beberapa program prioritas yang tengah dikerjakannya. Beberapa di antaranya yaitu memberi bantuan di sektor pendidikan untuk masyarakat kategori tidak mampu.

Tercatat, sudah ada 707.622 siswa menerima Kartu Jakarta Pintar dan mendapatkan Rp 300 ribu per bulan.  Kemudian, program Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul untuk 15 mahasiswa untuk jenjang S1 sampai S3.

"Inilah yang menjadi program saya yang utama dan terutama di awal-awal pemerintahan saya. Sehingga dengan demikian secara sungguh-sungguh saya sekarang mencoba untuk menekan gini ratio," kata Pramono.

Pramono menambahkan sekitar 6.600 ijazah yang sebelumnya tertahan di sekolah kini berhasil diputihkan sehingga siswa pemilik ijazah tersebut bisa mendapatkan kembali haknya.

Pramono menjelaskan bahwa memang apa yang dilakukannya masih ada kekurangan. Namun, aspek-aspek lainnya, Jakarta disebut Pramono masih lebih unggul dari provinsi lain.

"APBD di Jakarta sekarang ini di tahun 2025 adalah Rp 91 triliun. Sehingga dengan demikian kemampuan Jakarta untuk membangun itu masih cukup kuat," pungkas Pramono.
 
Pramono Anung Paparkan 15 Golongan yang Digratiskan Naik Transportasi Umum

Gubernur Jakarta Pramono Anung menjelaskan upaya mengatasi macet di Jakarta yang sudah menjadi masalah sejak dulu. Dia bercerita soal digratiskannya 15 golongan naik transportasi umum hingga perlunya penambahan Transjabodetabek.

"Kalau dulu hanya 14, sekarang jadi 15. Kalau dulu hanya naik Transjakarta, sekarang naik seluruh moda, kecuali KRL, karena KRL kan KAI. Naik MRT, LRT, Transjakarta, semuanya gratis," kata Pramono dalam acara Mata Lokal Fest 2025 yang diadakan Tribun Network, di Hotel Shangrilla, Jakarta, Kamis (8/5/2025).

Adapun ke-15 golongan tersebut yakni :

Penerima Layanan Gratis dengan kartu Jakcard Combo meliputi golongan-golongan berikut:

1. Pegawai Negeri Sipil Pemprov DKI Jakarta dan pensiunannya
2. Tenaga Kontrak yang bekerja di Pemprov DKI
3. Pemilik Kartu Jakarta Pintar (KJP)
4. Karyawan Swasta tertentu/Pekerja (Gaji sesuai UMP melalui Bank DKI)
5. Penghuni Rumah Susun Sederhana Sewa
6. Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga.

Berikut penerima Layanan Gratis dengan TJ Card:

1. Lanjut usia 60 tahun ke atas (lansia)
2. Penyandang disabilitas
3. Anggota Veteran Republik Indonesia
4. Penerima Raskin (pemilik Kartu Keluarga Sejahtera)
5. Penduduk pemilik KTP Kepulauan Seribu
6. Pengurus masjid (marbot)
7. Pendidik dan tenaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
8. Larva monitor
9. Anggota TNI/Polri.

Tak hanya itu, Pramono menilai bahwa jika ingin masalah macet di Jakarta benar teratasi, harus ada yang melihat pola pergerakan warga Jakarta dan sekitarnya.

"Persoalan macetnya pagi hari 3,5 juta orang masuk, sore hari 3,5 juta orang pulang, ditambah dengan orang warga Jakarta sendiri, itulah sumber kemacetan yang utama. Maka untuk itu tidak bisa lagi Transjakarta. Harus Transjabodetabek," kata dia.

Bahkan dia menilai bahwa Jak Lingko seharusnya bukan melayani warga di Jakarta saja.

"Harusnya Jak Lingko itu lebih diutamakan di Bekasi, di Tangerang, di Depok, di Bogor, bahkan sampai Cianjur. Intinya, untuk menyelesaikan macet di Jakarta, enggak bisa parsial, harus melakukan banyak. Bahkan saya bersedia untuk 15 golongan tadi, bukan hanya untuk warga Jakarta, tetapi untuk warga Jabodetabek," pungkasnya.


Jakarta Jadi Kota dengan Kasus Judi Online Terbanyak Kedua, Pramono: Harus Diberantas dari Ujungnya

Gubernur Jakarta Pramono Anung menjelaskan sulitnya memberantas judi online di Jakarta, meski banyak pihak yang sudah melakukan kampanye untuk menyarankan agar masyarakat tak ikut memainkannya.

Pramono Anung menilai untuk memberantas judi online ada di hulunya, yakni dengan menutup semua permainannya.

"Bukan persoalan kemudian di ujungnya, karena mau campaign (kampanye) apa aja, menurut saya enggak banyak manfaatnya kecuali yang memang judinya ditutup," ujar Pramono seusai menghadiri acara Mata Lokal Fest 2025 yang diadakan Tribun Network, di Hotel Shangrila, Jakarta, Kamis (8/5/2025) malam. 

Dia menyebut cara ini sudah dilakukan di beberapa negara. Hasilnya, masyarakat tak lagi memainkan judi online karena permainannya sudah tak bisa diakses.

"Sehingga saya termasuk kalau memang betul-betul mau diberantas ya itunya ditutup total di Indonesia," kata Pramono.

Pram juga merespons laporan Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang menyebut Jakarta sebagai salah satu kota dengan jumlah transaksi judi online tertinggi di Indonesia. 

"Ya karena penduduknya padat dan penduduknya banyak dan juga orang sudah menggunakan teknologi HP-nya kan di situ," ujar Pram.

"Sehingga dengan demikian ya itu menjadi, kalau saya, hal yang menyangkut judi online harusnya betul-betul diberantas dari ujungnya. Siapapun yang menyelenggara ini kan bisa," tandasnya. (*/Tribunnews.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pramono Tegaskan Kebijakan ASN Pemprov Jakarta Naik Transportasi Umum Tiap Rabu Tidak Akan Kendur

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved