Human Interest Story
Dari Karyawan IDM ke Pedagang Cabai di Gorontalo Utara, Andri Hasan Raup Omzet Rp26 Juta Per Bulan
Andri Hasan (29) penjual cabai di Pasar Sabtu yang terletak di Desa Tolango, Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo.
Penulis: Efriet Mukmin | Editor: Minarti Mansombo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Andri-Hasan-Pedagang-Cabai-di-Gorontalo-Utara-ncvc.jpg)
Demi istri tercinta yang ada di rumah, Andri membangkitkan semangat untuk berjualan.
Setiap hari Andri selalu berada di pasar, tanpa adanya libur, kecuali ada hajatan dan lain sebagainya.
Adapun omzet Andri dalam setiap kali pasar Rp1,5 juta tapi itu masih dikatakan pendapatan kotor artinya jika 26 hari maka Rp26 juta.
"Alhamdulillah setiap hari atau sekali pasar pendapatan Rp1,5 juta masih kotor, bersihnya Rp500 ribu, ujar Andri Kepada TribunGorontalo.com, Sabtu (10/5/2025).
Jadi klu di rata-ratakan setiap kali pasar omset 1 juta per hari. dihitung 26 hari maka sebulan omzet 26 juta.
Bahkan dirinya mengaku paling tinggi omsetnya di Pasar Kamis yang ada di Desa moluo Kecamatan Kwandang bisa mencapai Rp2 juta.
Baca juga: Pemuda di Telaga Jaya Nyaris Akhiri Hidup, Warga Berhasil Gagalkan Aksi
Baca juga: Gubernur Gusnar Kagum, Dana Zakat Gorontalo Tembus Rp 9,4 Miliar
Kata Andri walaupun pendapatannya besar ada juga resiko-resiko yang dihadapi seperti barang yang cepat busuk itu menjadi kerugiannya baginya.
"Ada barang-barang yang cepat busuk seperti tomat, itu kalau tidak cepat laku terjual akan membusuk, begitu resiko berdagang," ucapnya.
Andri pun mengaku bahwa ia tak menyesal meninggalkan pekerjaan sebelumnya di minimarket dengan gaji bulanan serta ruangan yang berAc.
"Jika kita buka usaha sendiri tidak banyak tekanan, karena kita sendiri bosnya, tutupnya (*)
(Reporter TribunGorontalo.com/Efriet Mukmin)