Berita Haji 2025
Perubahan Haji 2025, Jemaah Embarkasi Bisa Terpisah dari Rombongan Daerah! Ini Penyebabnya
Perubahan Haji 2025: Jemaah Embarkasi Surabaya Bisa Terpisah dari Rombongan Daerah! Ini Penyebabnya
Sugiyo mengakui bahwa kebijakan baru ini terasa berat dan membutuhkan waktu adaptasi karena baru pertama kali diterapkan.
Namun, ia memastikan bahwa pihaknya akan berupaya agar jemaah pendampingan tetap dapat bergabung dengan jemaah yang didampinginya.
Di sisi lain, Sugiyo juga memberikan informasi terkini mengenai penerbitan visa jemaah haji Embarkasi Surabaya.
Hingga saat ini, sebanyak 97 persen atau sekitar 34.095 jemaah dari total kuota 35.155 telah menerima visa.
Sementara itu, masih ada sekitar 1.060 jemaah yang visanya belum terbit, yang berpotensi menyebabkan penundaan jadwal keberangkatan mereka.
Pihak embarkasi berjanji akan segera mencarikan slot kosong pada kloter-kloter selanjutnya begitu visa jemaah yang tertunda terbit.
Pada hari Jumat ini, Asrama Haji Sukolilo Surabaya menerima kedatangan empat kloter dari Madura, yaitu Kloter 27 dan 28 dari Pamekasan, Kloter 29 dari Bangkalan dan Pamekasan, serta Kloter 30 dari Bangkalan.
Pihak PPIH Embarkasi Surabaya telah berkoordinasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) seluruh Jawa Timur dan Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (FK KBIHU) untuk mensosialisasikan kebijakan baru terkait penyusunan kloter berbasis Syarikah kepada para jemaah.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PERSIAPAN-HAJI-2025-Petugas-bimbingan-haji-saat-memberi-pelatihan.jpg)