Jumat, 6 Maret 2026

Badut Gorontalo

Seorang Suami di Kota Gorontalo Tega Minta Istri Jadi Badut Jalanan untuk Cari Nafkah

Sebuah pemandangan ironis dan menyayat hati ditemukan di jalanan Kota Gorontalo.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Seorang Suami di Kota Gorontalo Tega Minta Istri Jadi Badut Jalanan untuk Cari Nafkah
Satpol
ARSIP FOTO SATPOLPP -- Seorang Satpol PP Kota Gorontalo berkomunikasi dengan badut di jalanan. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Seorang perempuan terpaksa menjadi badut jalanan demi memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

Lebih memilukan, langkah berat dan berisiko ini justru dilakukan atas dorongan suaminya sendiri.

Perempuan yang identitasnya belum diketahui itu mengaku telah lebih dari tiga bulan menjalani profesi sebagai badut di berbagai titik lampu merah di Kota Gorontalo.

Setiap hari, ia harus mengenakan kostum mencolok dan topeng dengan senyum palsu, menari-nari di tengah teriknya matahari dan debu jalanan demi mendapatkan beberapa lembar uang receh dari para pengguna jalan.

Baca juga: Suami Anteng Main Handphone, Istri Jadi Badut di Lampu Merah Kota Gorontalo

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial dan Perlindungan Jaminan Sosial (Rehsos dan Limjamsos) Dinas Sosial Kota Gorontalo, Herson Tahir, mengungkapkan keprihatinannya saat menyaksikan langsung kejadian tersebut.

Pemandangan yang lebih miris lagi adalah ketika ia melihat tidak jauh dari sang istri yang sedang berjuang mencari nafkah, seorang pria yang tak lain adalah suaminya, duduk santai di atas becak motor (bentor) sambil asyik bermain ponsel dengan kaki terangkat.

"Itu suaminya ya? Ibu jadi badut tapi suaminya duduk main HP. Kalau ibu sampai celaka ditabrak kendaraan, bisa-bisa suaminya cepat menikah lagi," tegur Herson dengan nada prihatin kepada pasangan tersebut.

Menurut Herson, seharusnya seorang suami memiliki tanggung jawab untuk turut mencari nafkah dan melindungi istrinya, bukan malah membiarkannya bekerja keras dengan cara yang sangat berisiko demi sesuap nasi.

Fenomena serupa juga ditemukan di lokasi lain di Kota Gorontalo.

Namun, situasinya terbalik, di mana kali ini justru istri yang meminta suaminya untuk menjadi badut jalanan.

Baca juga: Pemerintah Amerika Memberi Peringatan kepada Warganya Datang ke Indonesia

Kasus ini teridentifikasi di kawasan sekitar BRI bagian Utara Kota Gorontalo.

"Di sana ada suami istri bersama iparnya. Yang jadi badut justru suami dan iparnya," jelas Pekerja Sosial Dinas Sosial Kota Gorontalo, Iin Wahyuni Latif.

Salah satu kendala utama dalam menangani fenomena para badut lampu merah ini adalah sulitnya proses identifikasi.

Banyak dari mereka yang tidak membawa kartu identitas, bahkan menggunakan nama samaran, sehingga menyulitkan Dinas Sosial dalam melakukan pendataan.

Dinas Sosial Kota Gorontalo mencatat bahwa sejak tiga hari terakhir operasi penjangkauan dilakukan, sudah puluhan badut lampu merah yang ditemukan di berbagai persimpangan jalan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved