Puting Beliung di Gorontalo

Hari Ke-3 Pasca Puting Beliung, Warga Kabupaten Gorontalo Gotong Royong Perbaiki Rumah

Tiga hari pasca terjangan angin puting beliung yang menghantam tiga desa di Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, aktivitas

Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
FOTO: Jefri, TribunGorontalo.com
ANGIN PUTING BELIUNG---Pasca angin puting beliung para warga mulai memperbaiki rumahnya, namun beberapa rumah yang rusak berat hingga saat ini masih mengungsi di rumah keluarga maupun tetangga, Kamis (8/5/2025). FOTO: Jefri, TribunGorontalo.com 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Tiga hari pasca terjangan angin puting beliung yang menghantam tiga desa di Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, aktivitas warga mulai terlihat menggeliat.

Pantauan Tribun Gorontalo pada Kamis (8/4/2025), warga gotong royong memperbaiki kerusakan rumah mereka.

Sejumlah warga tampak bahu-membahu memasang kembali atap rumah yang sempat diterbangkan angin kencang, sementara yang lain sibuk membersihkan puing-puing bangunan yang berserakan.

Namun, tak sedikit pula rumah yang mengalami kerusakan parah masih tampak seperti pertama kali diterjang, belum tersentuh perbaikan signifikan.

Bagi warga yang rumahnya tak lagi layak huni, terpaksa harus mengungsi dan menumpang di kediaman keluarga maupun tetangga yang kondisi rumahnya masih aman.

Koordinator Tagana Provinsi Gorontalo, David Maelite, saat ditemui Tribun Gorontalo menjelaskan bahwa kondisi di lokasi bencana mulai berangsur normal memasuki hari ketiga.

"Sudah beberapa hari ini perbaikan dilakukan oleh masyarakat sendiri, namun rumah yang rusak berat yang butuh dukungan dari pemerintah," ungkapnya.

David menambahkan bahwa Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi dan BPBD Provinsi Gorontalo telah bergerak cepat bekerja sama dengan dinas-dinas terkait untuk melakukan penanganan darurat pasca bencana.

"Kita juga memberikan bantuan kebutuhan dasar," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa berdasarkan data yang dimilikinya, jumlah warga yang masih mengungsi mencapai kurang lebih 300 orang dari total 434 jiwa yang terdampak.

"Namun pengungsi itu berada di rumah-rumah warga, pada awalnya kita arahkan ke satu titik ke fasilitas umum tapi mereka memilih ke rumah warga," bebernya.

Dapur umum juga telah didirikan di dekat Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMgo) dan direncanakan akan beroperasi selama tiga hari.

Dapur umum beroperasi sambil menunggu perkembangan dan perintah selanjutnya terkait penanganan pasca bencana.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Pentadio Timur, Rahman Adam, mengungkapkan bahwa kondisi warganya saat ini beragam.

Sebagian telah kembali menempati rumah mereka yang mengalami kerusakan ringan, sementara sebagian lainnya masih mengungsi di rumah tetangga dan keluarga.

"Ada beberapa yang numpang di keluarga terdekat dan ada yang sudah kembali ke rumahnya sendiri," ujarnya.

Rahman mengaku sejak awal kejadian, ia bersama jajaran perangkat desa telah melakukan koordinasi intensif dengan pihak-pihak terkait serta mengajukan permohonan bantuan kepada pemerintah kabupaten dan provinsi.

"Dari awal kami segera melakukan koordinasi, sehingga Alhamdulillah hingga detik ini bantuan-bantuan terus mengalir," tuturnya.

Pihak desa juga telah mengajukan proposal bantuan khusus untuk rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan parah kepada dinas terkait dan Baznas Provinsi.

"Kemarin baru mengantarkan proposal ke Baznas Provinsi, kami terus berkoordinasi agar bagaimana masyarakat tetap terlayani," tegas Rahman.

Saat berita ini diturunkan, Rahman terlihat berada di lokasi penyaluran bantuan untuk memastikan bantuan berupa beras, mie instan, telur, dan bahan pokok lainnya tersalurkan dengan baik dan tepat sasaran kepada warganya yang membutuhkan.

Warga, baik laki-laki maupun perempuan, tampak sabar menunggu giliran pembagian bantuan tersebut.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved