Puting Beliung di Gorontalo
BMKG Gorontalo Jelaskan Fenomena Puting Beliung yang Hantam Pentadio Timur
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Gorontalo menjelaskan perihal bencana alam yang terjadi sore tadi di Gorontalo, Senin (5/5/2025).
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Sebuah-rumah-semi-permanen-diterjang-angin-puting-beliung.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Gorontalo menjelaskan perihal bencana alam yang terjadi sore tadi di Gorontalo, Senin (5/5/2025).
Menurutnya, angin kencang yang merusak puluhan rumah di Desa Pentadio Timur, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, merupakan fenomena puting beliung.
Prakirawan Cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Djalaluddin Gorontalo, Nike Noermasari Waluyo, puting beliung adalah fenomena alam.
Ini merupakan fenomena berupa angin kencang yang berputar menyerupai belalai, yang berasal dari awan Cumulonimbus (Cb).
Baca juga: Terungkap Identitas Pria yang Dikeroyok 4 Pemuda di GORR Gorontalo, Bernama Amin Suleman
Kecepatan angin jenis ini dapat melampaui 50 kilometer per jam dan biasanya terjadi menjelang hujan lebat yang disertai kilat atau petir.
"Puting beliung sering kali muncul pada kondisi atmosfer yang sangat labil, di mana udara dalam keadaan sangat tidak stabil," ujar Nike kepada TribunGorontalo.com, Senin (5/5/2025).
Ia menambahkan, puting beliung sangat sulit diprediksi karena bersifat lokal dan erat kaitannya dengan fase pertumbuhan awan Cumulonimbus.
Dari hasil analisis citra radar cuaca, BMKG mendeteksi adanya sebaran awan konvektif signifikan yang bergerak dari arah barat.
Tepatnya awan itu bergerak dari wilayah Limboto menuju ke arah lokasi kejadian.
Aktivitas awan tersebut terpantau sebelum hujan lebat mengguyur wilayah Pentadio Timur antara pukul 13.38 hingga 14.08 Wita.
Berkaca pada kejadian ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi lainnya seperti hujan lebat, banjir, longsor, dan angin kencang, yang bisa terjadi kapan saja, khususnya di masa peralihan musim.
Baca juga: 30 Rumah di Telaga Gorontalo Rusak Gara-gara Angin Tornado, Dua di Antaranya Tertimpa Pohon Kelapa
"Fenomena ini umumnya berlangsung singkat, dan kerap terjadi pada siang atau sore hari," kata Nike menutup pernyataanya.
Senada dengan itu, Yulia Sutomo, seorang warga Ulapato, menuturkan bahwa angin puting beliung itu datang secara tiba-tiba.
Bahkan angin itu datang disertai dengan hujan deras yang tidak terduga.
"Ya Allah kejadiannya begitu cepat," ungkap Yulia, sebagaimana dikutip TribunGorontalo.com.