UNG Half Marathon Gorontalo
Panitia UNG Half Marathon di Gorontalo Sediakan Pijat Refleksi, Diserbu Peserta Usai Lari
Panitia UNG Half Marathon di Gorontalo rupanya menyiapkan fasilitas pijat refleksi (massage), Minggu (04/5/2025).
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Panitia UNG Half Marathon di Gorontalo rupanya menyiapkan fasilitas pijat refleksi (massage), Minggu (04/5/2025).
Siapa sangka, fasilitas yang disediakan gratis oleh pihak penyelenggara Universitas Negeri Gorontalo (UNG) ini rupanya jadi yang paling ramai diserbut peserta.
Fasilitas ini menjadi daya tarik tersendiri. Tak hanya peserta laki-laki, para pelari perempuan pun turut memanfaatkan layanan tersebut setelah menempuh jarak panjang dalam lomba.
Baca juga: Tingginya Animo Masyarakat Gorontalo, Eduart Wolok Pastikan UNG Half Marathon Jadi Agenda Tahunan
Dari pantauan TribunGorontalo.com di lapangan, peserta tampak memilih langsung menuju lokasi pijat begitu menyelesaikan perlombaan.
Terlihat para peserta berbondong-bondong datang ke Indoor Tenis Lapangan, lokasi yang dijadikan pusat pelayanan pijat.
Tempat ini juga difungsikan sebagai pos medis, tempat tenaga kesehatan memberikan perawatan kepada peserta yang mengalami cedera atau kelelahan.
Salah satu peserta half marathon, Dedy Irfandi Arifin, mengungkapkan bahwa layanan massage sangat membantu pemulihan kondisi tubuh setelah berlari.
Menurutnya, pijat ini menjadi hal yang penting untuk dilakukan karena untuk memperbaiki otot-otot yang tegang.
Baca juga: Rute UNG Half Marathon 2025, Start di Universitas Negeri Gorontalo
Dedy menilai, penyediaan layanan seperti ini sangat baik bagi para pelari yang menempuh jarak jauh.
"Massage yang dilakukan oleh UNG ini sangat baik bagi kita para pelari yang menempuh jarak yang jauh," katanya.
Bahkan menurutnya, layanan serupa perlu menjadi standar dalam setiap event-event lari ke depan.
"Ini sangat menunjang bagi kami pelari, sehingga kita bisa mendapatkan pemulihan," jelasnya.
Lebih lanjut, Dedy menyarankan agar kegiatan seperti half marathon ini digelar secara rutin dan bisa melibatkan lebih banyak fakultas di lingkungan kampus.
"Kalau perlu kegiatan ini dilakukan dua tahun sekali, mungkin digilir antar fakultas," jelasnya.
Senada dengan Dedy, Rahmat Ntou yang merupakan peserta kategori 5 kilometer, juga memuji fasilitas dan kesiapan panitia selama acara berlangsung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/UNG-HALF-MARATHON-Panitia-UNG-Half-Marathon-Gorontalo.jpg)