Sabtu, 7 Maret 2026

Berita Nasional

Siswa Curang di UTBK SNBT 2025 Bakal Kena 'Blacklist' Nasional hingga Kena Pidana

Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) bakal menindak tegas kepada pelaku kecurangan dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komput

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Siswa Curang di UTBK SNBT 2025 Bakal Kena 'Blacklist' Nasional hingga Kena Pidana
Tribunnews/JEPRIMA
DOC UJIAN - Sejumlah peserta saat mengikuti ujian tulis berbasis komputer Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Selasa (8/5/2018). 

TRIBUNGORONTALO.COM - Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) bakal menindak tegas kepada pelaku kecurangan dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berbasis Tes (UTBK SNBT) 2025. 

Tak main-main, sanksi berlapis siap menjerat para pelaku, mulai dari diskualifikasi total dari sistem penerimaan PTN hingga jeratan pidana!

Ketua SNPMB 2025, Eduart Wolok, dalam konferensi pers virtual yang diunggah melalui kanal Youtube SNPMB pada Jumat (25/4/2025), menyatakan bahwa pihaknya tidak akan memberikan toleransi sedikit pun terhadap tindakan curang.

Baca juga: Gebrakan Gubernur Jabar! Siswa "Nakal" Dibina di Barak TNI Pakai Kurikulum Wajib Militer

"Kita tak akan menolerir sama sekali ketika kecurangan. Soal ketika tadi ditemukan kecurangan atau tidak, itu otomatis kita diskualifikasi. Dan bisa saja bukan hanya di UTBK, tapi di seluruh sistem penerimaan perguruan tinggi negeri," ujarnya dengan nada tegas.

Ancaman diskualifikasi ini berarti, peserta yang terbukti curang tidak hanya gagal dalam UTBK SNBT 2025.

Namun lebih dari itu, pelaku juga terancam tidak bisa berkuliah di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) manapun melalui jalur seleksi lainnya. 

Sebuah "blacklist" nasional bagi para pelaku kecurangan.

Tak hanya sanksi akademik, SNPMB juga berencana menyeret kasus kecurangan yang terstruktur dan disengaja ke ranah hukum.

"Kami tadi malam sudah rapat dan akan mengambil sikap kepada kecurangan yang terstruktur dan disengaja dengan modus yang clear untuk mencurangi untuk membawa ke ranah hukum," ungkap Eduart.

Baca juga: Video Yuke Basis Dewa 19 Gendong Anak Kecil Viral di Medsos, Diduga Akibat Tabrakan

Langkah ini diambil sebagai upaya memberikan efek jera yang maksimal bagi pihak-pihak yang mencoba mencoreng integritas UTBK 2025.

Pernyataan keras dari SNPMB ini muncul menyusul viralnya berbagai laporan dugaan kecurangan di media sosial X.

Netizen ramai membagikan temuan-temuan mencengangkan, bahkan ada peserta yang melakukan live Instagram saat ujian.

Ada pula penggunaan kamera tersembunyi di behel gigi dan kancing baju.

Kemudian dokumentasi foto soal, komunikasi via handphone, hingga penawaran "link bocoran soal" dan penjualan soal UTBK.

Kekecewaan dan kemarahan netizen pun tak terbendung.

Akun X @sio*** misalnya, menulis, "Dari dulu benci banget sm tukang nyontek, kecurangan. Dari kecil aku dididik sama ayahku enggak boleh nyontek. Gapapa nilai jelek/gagal yang penting hasil usaha sendiri. Miris banget sih malah sekarang semudah itu mereka ngelakuin hal itu. Mana bangga lagi."

Eduart Wolok sendiri menekankan pentingnya kesadaran peserta untuk mengikuti UTBK dengan jujur dan benar.

Pihaknya juga memastikan akan melakukan investigasi menyeluruh setelah pelaksanaan UTBK SNBT 2025 selesai.

Diketahui, UTBK SNBT 2025 berlangsung dari 23 April hingga 3 Mei 2025.

Ujian ini diikuti oleh 860.976 peserta yang memperebutkan 259.000 kursi di 74 pusat UTBK seluruh Indonesia.

Dengan ancaman sanksi yang begitu berat, diharapkan para calon mahasiswa dapat memahami betapa seriusnya SNPMB dalam menjaga integritas seleksi.

Kecurangan bukan hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga menciderai kesempatan bagi peserta lain yang berjuang dengan jujur.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved