Berita Sepak Bola
Tiket Suporter Dibatasi, PSG Lapor UEFA: Arsenal Langgar Aturan Liga Champions?
Tensi memanas jelang laga besar semifinal Liga Champions antara Arsenal dan Paris Saint-Germain (PSG).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/ARSENAL-Pelatih-Arsenal-Mikel-Arteta.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM — Tensi memanas jelang laga besar semifinal Liga Champions antara Arsenal dan Paris Saint-Germain (PSG).
Duel keduanya rencana akan digelar Selasa pekan depan.
Adapun tensi memanas bukan hanya di lapangan, tapi juga di balik layar.
PSG melayangkan protes resmi kepada UEFA terkait alokasi tiket untuk pendukung tandang yang dinilai tak sesuai regulasi.
Arsenal dikabarkan hanya memberikan 2.500 tiket kepada suporter PSG untuk leg pertama di Emirates Stadium.
Jumlah ini lebih rendah dari standar UEFA yang mengharuskan tuan rumah menyediakan 5 persen dari kapasitas stadion untuk tim tamu.
Sesuai kapasitas stadion yang ada, mestinya Arsenal menyediakan 3.000 tiket.
Ketidakpatuhan ini membuat PSG geram.
Mereka merasa diperlakukan tidak adil, apalagi mengingat Arsenal menerima jatah penuh, 3.000 tiket.
Hal itu dilakukan PSG saat bertandang ke Paris dalam fase grup Oktober lalu.
Klub asal Prancis itu bahkan menyebut alasan Arsenal sebagai "tidak menjunjung fair play".
Menurut laporan media Prancis L’Équipe, Arsenal berdalih bahwa pembatasan tiket ini berkaitan dengan alasan keamanan.
Juga ini merupakan dampak dari London Marathon yang digelar dua hari sebelum pertandingan.
Namun PSG tak puas dan kini tengah mencari jalur banding tambahan sebelum laga berlangsung.
UEFA kini telah turun tangan setelah Arsenal dilaporkan menolak permintaan PSG untuk tambahan 500 tiket.
Jika UEFA menilai alasan Arsenal tidak valid, klub London Utara itu terancam dikenai denda besar.
"UEFA sangat tegas soal regulasi mereka. Jika Arsenal tidak patuh, mereka bisa terkena denda signifikan," kata mantan wasit Liga Premier Inggris, Keith Hackett, kepada Football Insider.
Hackett menambahkan bahwa UEFA mungkin mempertimbangkan faktor keamanan dan pemisahan penonton.
Apalagi untuk penonton di barisan depan stadion, yang bisa mengurangi kapasitas keseluruhan.
Namun, ia juga menilai bahwa perselisihan ini datang terlalu mepet jelang pertandingan dan kemungkinan besar UEFA akan menanganinya dengan serius.
Menariknya, sumber yang sama menyebut bahwa taktik semacam ini bukan hal baru bagi PSG.
Beberapa kali PSG melakukan praktik serupa, termasuk saat menjamu Newcastle United musim lalu tanpa sanksi berarti.
Jika UEFA memberi sanksi kepada Arsenal, ini bisa jadi preseden baru yang mengejutkan. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.