Rabu, 4 Maret 2026

Berita Teknologi

Gara-gara Tekanan Tarif Trump, Apple Alihkan Produksi iPhone dari China ke India

Menurut laporan eksklusif Financial Times, raksasa teknologi asal Cupertino itu berencana memproduksi seluruh iPhone yang dijual di Amerika Serikat di

Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Gara-gara Tekanan Tarif Trump, Apple Alihkan Produksi iPhone dari China ke India
AI Generated
APLE PINDAH -- Aple bakal pindahkan basis produksi mereka dari China ke India. Hal ini gara-gara tarif Trump. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Rencana besar Apple untuk memindahkan produksi iPhone dari China ke India makin nyata.

Menurut laporan eksklusif Financial Times, raksasa teknologi asal Cupertino itu berencana memproduksi seluruh iPhone yang dijual di Amerika Serikat di India paling lambat pada akhir 2026.

Selama ini, sekitar 80 persen produksi iPhone global dilakukan di China, sementara sisanya di India.

Namun kini Apple tengah mempercepat perpindahan manufaktur, terutama untuk pasar AS yang menyerap lebih dari 60 juta unit iPhone per tahun.

Sebagai perbandingan, Apple menjual sekitar 226 juta unit iPhone secara global pada 2024.

Untuk merealisasikan target ambisius ini, Apple perlu melipatgandakan kapasitas perakitan iPhone di India dalam waktu dua tahun ke depan.

Alasan utama langkah ini?

Tarif impor tinggi dari pemerintahan Trump terhadap produk dari China.

Meski untuk saat ini smartphone dan komponen iPhone masih dikecualikan dari tarif, Apple tak ingin ambil risiko dan terus mencari jalan mengurangi ketergantungan pada China.

Sementara itu, India sempat dikenai tarif 26 persen oleh AS, jauh lebih ringan dibanding tarif 145 persen untuk produk dari China.

Namun tarif terhadap India saat ini ditangguhkan sementara kedua negara bernegosiasi.

Trump dan timnya diketahui mendorong Apple agar memproduksi iPhone di AS.

Tapi opsi itu dianggap tidak realistis dalam waktu dekat, karena biaya produksi di AS akan melambungkan harga jual iPhone secara drastis.

Dengan semakin menguatnya posisi India sebagai pusat manufaktur Apple, negara itu berpeluang besar menjadi pilar baru dalam rantai pasok global teknologi tinggi. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved