Berita Viral
Acara Bahagia Berujung Duka, Pria di Maros Tewas Tertusuk Badik saat Tradisi Angngaru
Dalam video yang beredar, tampak sejumlah pria mengenakan pakaian adat melakukan tradisi Angngaru sebagai bentuk penghormatan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Berita-Viral-nbgfdbvbdbvhdgvsdv.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM-Sebuah tragedi menimpa seorang pria di Maros yang tertusuk Badik saat Tradisi Angngaru.
Risal (33) meninggal dunia saat proses adat Angngaru di sebuah acara pernikahan. Peristiwa nahas itu terjadi di Kampung Bonto Rea, Desa Bonto Mate'ne, Kecamatan Mandai, Rabu (23/4/2025).
Detik-detik tewasnya Risal terekam dalam video amatir.
Dalam video yang beredar, tampak sejumlah pria mengenakan pakaian adat melakukan tradisi Angngaru sebagai bentuk penghormatan kepada mempelai pengantin.
Baca juga: Jadwal Kapal Pelni Gorontalo - Bima Mei 2025: Km Tilongkabila Transit di Kendari hingga Makassar
Baca juga: Lebih dari 200 Siswa Keracunan, Indonesia Corruption Watch Desak Pemerintah Hentikan Program MBG
Tetapi, di tengah ritual, Risal langsung jatuh tersungkur.
Sebab, badik yang dipegangnya justru menembus bagian kanan dadanya.
Berbeda dengan peserta Angngaru lain, tusukan tersebut fatal dan menyebabkan luka parah terhadap korban.
Risal sempat dilarikan ke rumah sakit, tetapi nyawanya tak tertolong.
Jenazah korban kemudian dimakamkan pada Kamis (24/4/2025).
Baca juga: Aktor Fachri Albar Kembali Diringkuk Kepolisian, Simak Fakta-faktanya
Baca juga: Zaenal Mustofa Menggugat Keaslian Ijazah Presiden ke-7 RI Diduga Menggunakan NIM Milik Orang Lain
Kanit Reskrim Polsek Mandai, Ipda Radius Lulun Bara, mengatakan bahwa pihaknya langsung menuju lokasi setelah menerima laporan untuk kemudian mengamankan sejumlah barang bukti.
“Setelah menerima laporan kami langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti,” ujar Bara, dilansir Tribun-Timur.com.
Disebutkan Bara bahwa para korban dan peserta Angngaru lainnya merupakan keluarga dekat.
Bara lantas mengingatkan masyarakat agar lebih waspada dalam melestarikan tradisi, terutama yang melibatkan senjata tajam, demi mencegah insiden serupa terulang.
“Kami imbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan tidak mengulangi kejadian serupa yang bisa menelan korban jiwa. Ini memang bagian dari tradisi adat, tapi harus tetap mengutamakan keselamatan,” jelasnya.
Apa Itu Angngaru?
Angngaru adalah tradisi suku Bugis-Makassar di Sulsel yang dilakukan dengan cara mengucapkan sumpah sakral menggunakan badik.
Ritual yang sangat sakral ini menjadi bagian dari acara adat, termasuk dalam upacara pengangkatan raja dan perayaan lainnya.
Pada zaman dahulu, tradisi Angngaru dilakukan sebelum prajurit berperang, di mana mereka terlebih dahulu mengucapkan sumpah aru atau sumpah setia di hadapan raja.
Seiring perkembangan zaman, tradisi Angngaru juga dikembangkan menjadi pertunjukan massal yang sering ditampilkan dalam berbagai acara, seperti penyambutan tamu dan pesta perkawinan.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com