Sabtu, 21 Maret 2026

Berita Viral

Try Sutrisno Desak Gibran Mundur dari Jabatan Wakil Presiden, Didukung Ratusan Pensiunan TNI

Try Sutrisno mendadak jadi sorotan setelah dirinya mendorong pemakzulan Gibran Rakabuming Raka dari jabatan Wakil Presiden RI.

Tayang:
Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Try Sutrisno Desak Gibran Mundur dari Jabatan Wakil Presiden, Didukung Ratusan Pensiunan TNI
KOMPAS.com/ MOH NADLIR
PEMAKZULAN GIBRAN - Potret Wakil Presiden Republik Indonesia ke-6, Jenderal (Pur) Try Sutrisno, Try Sutrisno mendukung pemakzulan Gibran Rakabuming Raka dari jabatan Wakil Presiden RI. 

Kedekatan antara Try Sutrisno dengan Soeharto terjalin dari tugas tersebut.

Soeharto kemudian terpilih menjadi Presiden kedua RI pada 1968.

Empat tahun setelahnya yakni 1974, Try Sutrisno ditunjuk Soeharto menjadi ajudannya.

Dari situlah karier Try Sutrisno meroket.

Tahun 1978, Try diangkat menjadi Kepala Komando Daerah Staf di Kodam XVI/Udayana.

Setahun kemudian, ia menjadi Panglima Daerah Kodam IV/Sriwijaya.

Empat tahun berikutnya, ia diangkat menjadi Panglima Daerah Kodam V/Jaya dan ditempatkan di Jakarta.

Agustus 1985 pangkat Try Sutrisno dinaikkan lagi menjadi Letnan Jenderal (Letjen).

Saat itu Try Sutrisno sekaligus diangkat menjadi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) mendampingi KSAD Jenderal TNI Rudhini.

Sepuluh bulan kemudian tepatnya Juni 1986, Try Sutrisno diangkat menjadi KSAD menggantikan Rudhini.

Tak sampai setahun yakni April 1987, dia naik jabatan ke tingkat tertinggi menjadi Jenderal.

Karier Try Sutrisno moncer.

Jabatan KSAD diembannya selama 1,5 tahun hingga pada awal 1988 ia dipromosikan menjadi Panglima ABRI (Pangab) menggantikan Jenderal TNI LB Moerdani.

Try Sutrisno akhirnya memimpin ABRI selama 5 tahun, sejak 1988 hingga 1993.

Ketika itu ABRI masih terdiri dari institusi TNI AD, TNI AL, TNI AU, dan POLRI.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved