Minggu, 8 Maret 2026

Berita Viral

Viral Video Asusila Sesama Jenis Diperankan 2 Siswa Gorontalo, Dinas Pendidikan Tegur Pihak Sekolah

Belakang beredar video asusila pasangan sesama jenis yang diduga dua pelajar SMA di Kabupaten Gorontalo.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Viral Video Asusila Sesama Jenis Diperankan 2 Siswa Gorontalo, Dinas Pendidikan Tegur Pihak Sekolah
TribunGorontalo.com/Arianto Panambang
VIDEO ASUSILA - Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Provinsi Gorontalo, Since Ladji, saat diwawancarai TribunGorontalo.com, Selasa (22/4/2025). Ia menegaskan sudah menegur pihak sekolah soal video asusila sesama jenis yang diperankan oleh dua siswa SMA di Kabupaten Gorontalo. (Sumber Foto: Arianto Panambang). 

TRIBUNGORONTALO.COM – Belakangan beredar video asusila pasangan sesama jenis yang diduga dua pelajar SMA di Kabupaten Gorontalo.

Video itu viral karena sengaja disebar melalui fitur WhatsApp Story oleh salah satu terduga pelaku.

Menanggapi kejadian tersebut, Dinas Pendidikan Provinsi Gorontalo terjun langsung ke sekolah.

Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Provinsi Gorontalo, Since Ladji, membenarkan bahwa pelaku tindakan asusila merupakan siswa SMA di Kabupaten Gorontalo.

Namun, ia menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak terjadi di lingkungan sekolah.

“Setelah saya cek ke MKKS dan kepala sekolah, kami dapati bahwa salah satu dari anak itu memang siswa SMA di Kabupaten Gorontalo," ungkap Since saat dikonfirmasi TribunGorontalo.com, Selasa (22/4/2025).

"Tapi peristiwanya tidak terjadi di sekolah. Kami masih menjajaki lebih lanjut asal sekolah dan identitas pasti siswa yang terlibat,” tambahnya.

Since mengaku belum menonton video viral itu. Namun Dinas Pendidikan Provinsi Gorontalo telah menegur pihak sekolah.

Ia juga meminta kepala sekolah untuk segera mengundang orang tua siswa guna melakukan pembinaan bersama.

“Kami sudah minta agar siswa yang bersangkutan diundang, dihadirkan bersama orang tuanya. Kami juga akan melibatkan Pusat Pelayanan Pemberdayaan Perempuan dan Anak agar proses pembinaan bisa dilakukan secara menyeluruh,” ujarnya.

Menurut Since, kasus ini menjadi tamparan keras bagi semua pihak, terutama sekolah, orang tua, dan lingkungan sekitar.

Selama ini, kata Since, sudah banyak program karakter yang diterapkan di sekolah. Tetapi pengawasan anak-anak di luar jam belajar juga sangat krusial.

“Sekolah hanya punya waktu dari jam 7 sampai 3 sore. Selebihnya anak-anak bersama keluarga. Maka pengawasan orang tua dan masyarakat sangat dibutuhkan,” katanya.

Lebih lanjut, Dinas Pendidikan disebut berencana memperkuat edukasi digital dan pembinaan karakter di seluruh satuan pendidikan.

Surat edaran telah disampaikan ke sekolah-sekolah agar lebih waspada terhadap penggunaan gadget dan pergaulan siswa di era digital.

“Kami terus mengimbau sekolah untuk aktif membentuk karakter siswa, memperkuat edukasi, serta melibatkan paguyuban orang tua dalam pengawasan. Kasus ini jadi bukti bahwa pengawasan masih perlu diperkuat,” pungkas Since.

Pihak Dinas juga menegaskan akan terus memantau perkembangan kasus ini dan memastikan proses pembinaan terhadap pelajar yang terlibat berjalan dengan semestinya, sambil menunggu hasil penelusuran lebih lanjut terkait identitas lengkap kedua siswa.

Baca juga: Bupati Gorontalo Lagi Bicara saat Rapat Evaluasi, ASN Ini Malah Asyik Nonton Game Catur

VIRAL LAINNYA: Waria Gorontalo mengenakan jilbab dihujat warganet

VIDEO VIRAL - Potret waria mengenakan jilbab viral di media sosial. MUI Gorontalo buka suara.
VIDEO VIRAL - Potret waria mengenakan jilbab viral di media sosial. MUI Gorontalo buka suara. (Tangkapan layar video FB)

Kejadian yang menghebohkan juga terjadi beberapa waktu lalu.

Seorang pria berpenampilan wanita (waria) mendadak jadi buah bibir.

Pria yang diketahui merupakan content creator itu  sempat ramai diperbincangkan di media sosial.

Ia mengenakan jilbab dan celana pendek. 

Video berdurasi 43 detik diunggah oleh akun Facebook Sumiyati Mile.

Video itu memperlihatkan seorang wanita berperilaku pria (waria) mengenakan jilbab pink.

Dalam captionnya, Sumiyati mempertanyakan apakah hal tersebut apakah masuk dalam penistaan agama. 

Video tersebut kini telah viral dengan total 1,5 ribu pengguna yang telah membagikannya dan dikomentari ribuan akun Facebook.

"Penistaan agama," tulis Novita. 

Beberapa warganet menuntu waria dalam video untuk meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat Gorontalo.

Namun Sekretaris MUI Gorontalo, Ruliyanto Podungge berpendapat lain.

Menurutnya perilaku pria berpenampilan wanita dalam video viral itu belum bisa dikategorikan sebagai penistaan agama.

"Menurut saya, tayangan ini belum dapat memberikan cukup bukti adanya penistaan agama," ujar Ruliyanto kepada TribunGorontalo.com, Selasa (22/4/2025).

Secara umum ia menyebut setiap orang membutuhkan pakaian sebagai alat menutup tubuh.

Dalam konteks video yang viral tersebut, Ruliyanto menduga pakaian (jilbab) yang ia kenakan bukan dalam rangka menutup aurat.

"Hanya sebagai bagian dari caranya berbusana," imbuhnya.

Ia juga menambahkan, motivasi yang bersangkutan mengenakan jilbab sebagai bentuk penegasan bahwa dia adalah perempuan, kendati pada faktanya tidak demikian.


(TribunGorontalo.com/Arianto Panambang/Herjianto Tangahu)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved