Berita Kabupaten Gorontalo
Bupati Gorontalo Lagi Bicara saat Rapat Evaluasi, ASN Ini Malah Asyik Nonton Game Catur
Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) menunjukkan perilaku tidak etis saat rapat evaluasi pelaksanaan pembangunan dan pemerintahan
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/ASN-main-handphone.jpg)
(Disclaimer: Terdapat missinformasi sehingga judul sebelumnya 'ASN asyik bermain game catur' diubah menjadi ASN menonton game catur)
TRIBUNGORONTALO.COM – Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) menunjukkan perilaku tidak etis saat rapat evaluasi pelaksanaan pembangunan dan pemerintahan di Kantor Bupati Gorontalo, Selasa (22/4/2025).
Saat Bupati Gorontalo Sofyan Puhi tengah berbicara, beberapa anggota berseragam khaki ini malah bermain handphone (gawai). Bahkan ada yang asyik menonton game catur.
Padahal Bupati Sofyan lagi bersemangat membahas isu-isu strategis untuk keberlangsungan roda kepemerintahan di Kabupaten Gorontalo.
Bukannya memperhatikan, beberapa ASN dari bangku kedua hingga belakang fokus ke hal lain.
Meski tidak ada regulasi yang mengatur, bermain handphone saat rapat membuat peserta tidak produktif.
Pasalnya, rapat tertentu membutuhkan perhatian bagi seluruh pesertanya, alih-alih mengalihkan pandangan kepada sesuatu yang tidak berhubungan dengan rapat.
Tanggapan Bupati Gorontalo
Seusai rapat, Bupati Gorontalo menanggapi perihal ASN yang bermain handphone di dalam ruangan.
"Saya tidak pernah lihat itu karena saya serius pimpinan rapat," ucapnya kepada TribunGorontalo.com, Selasa.
Menurutnya, ASN bermain hp karena melihat data. Sebab saat ini Kabupaten Gorontalo menerapkan sistem digitalisasi.
"Mungkin dia sedang melihat data, kan semuanya berbasis teknologi," tambahnya.
Sofyan menegaskan dirinya akan menegur ASN bersangkutan apabila kedapatan bermain handphone.
"Kalau saya lihat di dalam maka saya akan cek, tapi sayang nanti dibilang di luar," bebernya.
Diketahui rapat di Ruang Dulohupa ini mengundang hampir semua pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Salah satu topik yang dibahas adalah persoalan sampah di Kabupaten Gorontalo.
"Tadi dilaporkan DLH sudah rakor dipimpin oleh Sekda dan OPD terkait yang dimana di dalamnya ada camat-camat," jelas Sofyan.
Rapat itu menghasilkan dua solusi yaitu penanganan secara insidentil dan penanganan yang terprogram.
"Penanganan terprogram ini akan terus bekerja sama pemerintah daerah dan pemerintah desa, untuk insidentil ini mereka laksanakan dengan TNI-Polri," terangnya.
Kabar baiknya, saat ini Kabupaten Gorontalo ada investor yang masuk terhadap penanganan sampah.
"Investasi ini akan ditanggung oleh yang bersangkutan kita tinggal memberikan proposal kepadanya," tandasnya.
Baca juga: Bisakah Paslon Ajukan Gugatan ke MK setelah PSU? Begini Penjelasan KPU Provinsi Gorontalo
Tips cara bijak menggunakan handphone
Handphone dewasa ini merupakan perangkat keras (hardware) yang umum digunakan oleh manusia modern.
Namun apabila penggunaannya tidak dibatasi, bisa menurunkan produktifitas seseorang.
Lantas, kapan waktu terbaik bermain handphone?
Melansir dari Kompas.com, Selasa (22/4/2025) Dokter spesialis mata Isna Kusuma Nintyastuti mengatakan, sebaiknya orang menggunakan ponsel tidak lebih dari tiga jam per hari.
“Sebaiknya tidak digunakan lebih dari 3 jam per hari,” ujar Isna kepada Kompas.com, Rabu (29/3/2023).
Menurutnya, hal itu tidak hanya berlaku pada ponsel, tetapi gadget atau gawai lainnya seperti laptop, tablet, dan komputer.
Isna mengatakan, dalam menggunakan gawai, sebaiknya tidak langsung selama tiga jam terus menerus, namun diselingi dengan mengistirahatkan mata.
“Bila lebih dari 3 jam, itu bisa mengakibatkan lelah mata. Ada juga yang mengistilahkan (sebagai) computer vision syndrome,” tuturnya.
Isna mengungkapkan, penyebab dari lelah mata akibat gawai sebagai berikut:
- Layar pada gawai berupa titik-titik piksel, sehingga mata tak henti-hentinya melakukan penyesuaian fokus.
- Jumlah kedipan mata per menit yang normalnya 12-20 kali per menit, turun menjadi hingga 6-10 kali per menit.
- Adanya sinar biru yang dipancarkan dari gawai.
- Posisi duduk dan posisi menggunakan gawai yang tidak ergonomis.
Dampak menggunakan terlalu lama
Penggunaan gawai terlalu lama, ditambah dengan menggunakannya terlalu dekat dengan mata, juga dapat mengkibatkan mata minus atau miopia.
“Kalau sudah minus, lebih berisiko bertambah minusnya dibanding dengan mata orang normal (emetropia) berubah menjadi minus,” ungkap Isna.
Mata minus itu terjadi karena saat melihat gawai dengan jarak yang dekat, lensa mata akan menjadi lebih cembung dibanding tidak melihat dengan jarak dekat.
“Saat melihat dekat dalam waktu lama maka lensa dalam posisi mencembung terus menerus. Sehingga memungkinkan adanya perubahan titik fokus bayangan saat melihat jauh, lensa mata belum memipih kembali,” jelasnya.
Isna mengungkapkan, kondisi miopia ada yang bersifat sementara (transien) dan juga permanen. Kondisi miopia yang permanen terutama terjadi pada anak-anak.
Ia menyarankan sebaiknya berikan jarak mata dengan ponsel atau tablet minimal 30 cm dan dengan laptop atau komputer minimal 50-60 cm.
“(Menggunakan gawai) juga dengan posisi yang sejajar atau eye level dan tidak di tempat yang gelap,” pungkasnya.
(TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga) (Kompas.com/Aditya Priyatna Darmawan)
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.