Berita Viral
Dikira Hilang Diambil Orang, Ternyata Uang Rp22 Juta Milik Petani di Sulsel Dibawa Tikus
Uang ini awalnya diduga hilang diambil orang. Namun, siapa sangka ternyata tikuslah yang mengambilnya dan menaruhnya di bawah lantai keramik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/fbtrgjhdtyj.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Uang Rp22 juta milik petani hilang.
Uang tersebut merupakan hasil penjualan gabah yang dijualnya di pasar.
Uang ini awalnya diduga hilang diambil orang.
Namun, siapa sangka ternyata tikuslah yang mengambilnya dan menaruhnya di bawah lantai keramik.
Dilansir dari TribunMedan.com, Peristiwa ini viral di media sosial usai diunggah akun X @bacottengga__ Sabtu (19/4/2025).
Dalam video terlihat seorang pria berkaus abu-abu yang merogoh lubang di bagian lantai rumah.
Lubang tersebut sebelumnya ditutupi oleh keramik rumah yang sudah retak.
Baca juga: Diduga Korban Perdagangan Orang Kamboja, Pria di Bekasi Pulang Tinggal Nama, Sempat Curhat Disiksa
Setelah merogoh cukup dalam, pria tersebut berhasil meraih puluhan lembar uang pecahan Rp 100 ribu.
Rupanya uang-uang tersebut merupakan hasil panen gabah sebesar Rp 22 juta yang dibawa kabur oleh tikus.
Penemuan uang puluhan juta yang sempat menghilang itu pun langsung disambut girang keluarga pemilik.
Terlihat mereka secara perlahan mengeluarkan lembaran uang seratus ribu dan lima puluh ribu rupiah yang kemudian diletakan di baskom.
Tak hanya uang, tikus itu pun turut membawa nota hasil penjualan gabah.
"Detik-detik penemuan uang hasil panen gabah yang dibawa lari oleh tikus sebanyak 22 juta bersama notanya," tulis keterangan video tersebut.
Untuk mengeluarkan uang yang terkubur lebih banyak, mereka pun terpaksa harus menjebol lantai rumah
Sementara itu, peristiwa terkait tikus lainnya juga pernah terjadi di Karawang, Jawa Barat.
Penyebab ribuan tikus serbu permukiman warga di Karawang terungkap.
Baca juga: Bidan di Dairi Viral Gegara Nekat Kemudikan Ambulans Demi Selamatkan Ibu-ibu yang Hendak Melahirkan
Dinas Pertanian setempat mencoba melakukan pendalaman terkait fenomena kawanan tikus menyerbu rumah warga.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Karawang mendalami fenomena ribuan tikus yang menyerbu permukiman warga di Dusun Cibatu, Desa Kutamakmur, Kecamatan Tirtajaya.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Karawang, Rochman mengaku sudah menerjunkan petugas ke lokasi terjadinya fenomena ribuan tikus yang menyerbu permukiman warga tersebut.
Akan tetapi, kata Rochman pihaknya pun cukup keheranan, sebab area persawahan di sekitar lokasi di mana ribuan tikus menyerbu, tidak ada yang mengalami kerusakan akibat hama tikus.
"Petugas sudah ke lapangan, kami heran juga sawah-sawah engga ada rusak," katanya saat dikonfirmasi pada Minggu (27/10/2024).
Menurut Rochman pihaknya menduga fenomena ini disebabkan faktor cuaca.
Di mana hujan yang turun selama dua hari terakhir di lokasi tersebut diduga menyebabkan lubang-lubang tikus terendam dan memancing hewan pengerat tersebut naik ke permukaan.
Baca juga: Diduga Mabuk hingga Tabrak 23 Motor, Sopir Mobil Listrik di Jakarta Viral Nyaris Dihajar Massa
"Berdasarkan penelusuran kami kemungkinan itu faktor hujan. Kemarin kan hujan terus di sana jadi kemungkinan air yang masuk ke lubang tikus memancing mereka keluar mencari daratan," ucap Rochman.
Untuk itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTH) Jawa Barat dan Kementerian Pertanian untuk menelusuri secara pasti fenomena invasi hewan pengerat tersebut.
"Kita udah komunikasi dengan pihak Provinsi dan Kementerian," katanya.
Dia menambahkan, pihaknya juga mengimbau kepada para petani agar gotong-royong untuk menutup lubang-lubang yang menjadi potensi sarang tikus.
"Kita juga udah imbau ke petani mulai hari ini gotong royong dengan didampingi petugas kita, kalau ada lubang-lubang tikus dimatikan, jangan sampai ada dugaan aneh-aneh terkait fenomena ini," tutupnya.
Kronologi
Heboh, sebuah video ribuan tikus muncul menyerbu permukiman warga Dusun Cibatu, Desa Kutamakmur, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang.
Dalam video beredar, tikus itu berlarian ke jalanan hingga masuk ke permukiman warga.
Perekam video juga sampai kaget atas fenomena banyaknya tikus tersebut.
"Ya Allah beurit (tikus) aya tanda naon ini ya. Ini ada ribuan ," ucap seorang pria yang merekam video tersebut.
Dia terus menyusuri jalan menggunakan sepeda motor. Tikus-tikus itu langsung berhamburan. Tikus berada di pagar rumah, teras hingga pepohonan.
Terkait kejadian itu, Kapolsek Tirtajaya, AKP Hasanudin membenarkannya. Dia menyebut fenomena itu terjadi pada Jumat (25/10/2024) tengah malam.
Kejadian itu direkam seorang warga yang sedang ronda malam.
"Tiba-tiba tikus itu nyerang begitu aja. Jumlahnya yang pasti banyak banget," ucap Hasanudin, pada Minggu (27/10/2024).
Dia mengaku tidak mengetahui pasti penyebab terjadinya wabah tikus tersebut.
Warga semalam pun hanya berusaha mengusir tikus-tikus tersebut ke area persawahan.
"Iya karena di belakang (sawah). Karena itu bukan bidang kita maka selanjutnya udah dilaporkan ke Dinas Pertanian," katanya.
Dia menyebut, seusai kejadian itu personilnya pagi harinya mengecek ke lokasi. Akan tetapi tikusnya sudah tidak ada.
"Sekarang sih tikusnya udah gak ada, semalam tadi juga engga ada. Mudah-mudahan gak terulang lagi," harap Hasanudin.
Basmi Serangan Hama Tikus di Lumajang, Pj Bupati Indah Wahyuni Bakal Tebar Burung Hantu
Pj Bupati Lumajang, Indah Wahyuni menyerukan penyebaran burung hantu di sejumlah lahan terdampak serangan hama tikus.
Menurut Indah, upaya tersebut tengah dilakukan guna membasmi serangan hama tikus di Lumajang.
"Kita menaruh burung hantu serta rumah bagi burung itu. Tapi jangan sampai diburu burungnya," ujar Indah ketika dikonfirmasi, Kamis (1/8/2024).
Indah menambahkan, upaya lain yang sudah dilakukan yakni memberi kandungan belerang di setiap lubang yang terdapat di sawah.
"Caranya yang sudah dilakukan adalah memberi belerang di lubang-lubang yang ditengarai sebagai sarang tikus," bebernya.
Wanita yang akrab disapa Yuyun itu berasumsi kondisi sawah yang bersih akan memperkecil risiko terserang hama tikus.
"Kami juga berpesan kepada para petani agar rutin membersihkan pematang sawah-sawah. Supaya tidak jadi sarang tikus,"
Saat ini ketahanan pangan di Lumajang berpotensi terdampak dari serangan hama tikus. Indah berharap hama tikus segera teratasi.
"Tentu akan berdampak. Tapi semoga saja tidak dan hamanya bisa terus ditekan," tutupnya. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.