Berita Viral

Raba dan Rekam Dada Pasien, Dokter IGD Rumah Sakit Persada Malang Dipolisikan

Ay, sosok dokter yang bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) di Rumah Sakit Persada Kota Malang dipolisikan oleh pasiennya.

Editor: Fadri Kidjab
ISTIMEWA
CEK TKP - Satreskrim Polresta Malang Kota saat mendatangi Persada Hospital Malang pada Sabtu (19/4/2025) kemarin. Selain mencari alat bukti dan petunjuk lainnya seperti rekaman CCTV, juga mengecek TKP kamar rawat inap rawat inap yang menjadi lokasi diduga terjadinya pelecehan seksual. 

Sylvia Kitty Simanungkalit, Supervisor Humas Persada Hospital, menegaskan bahwa pihak rumah sakit akan menindak tegas jika pelanggaran terbukti. 

"Bilamana memang terbukti, maka manajemen Persada Hospital akan mengambil tindakan tegas dengan memberhentikan secara tidak hormat dan menyerahkan masalah ini menurut aturan hukum yang berlaku maupun disiplin tenaga kesehatan," tegas Sylvia. 

Saat ini, pihak rumah sakit berencana menjalin komunikasi langsung dengan korban untuk mendalami kasus lebih lanjut sebelum mengambil sikap final.

Kronologi kejadian

QAR, warga Kota Malang, Jawa Timur, mengaku menjadi korban pelecehan seksual.

Pelakunya adalah pria berinisial AY, sosok dokter  yang pernah menanganinya di rumah sakit pada 2022 silam.

"Kejadian itu terjadi pada September 2022, dia ke Malang untuk berlibur lalu sakit dan datang ke rumah sakit swasta yang terbaik menurut Google," jelas Penasihat hukum QAR, Satria Marwan, sebagaimana dikutip CNN, Kamis (17/4).

Korban diketahui menderita sinusitis dan vertigo berat. Ia lantas memeriksakan diri ke IGD rumah Rumah Sakit Persada pada 26 September 2022 dini hari.

Korban kemudian ditangani langsung oleh AY, dokter IGD saat itu.

Namun rupanya AY sempat meminta nomor telepon korban. Ia berdalih akan mengirimkan hasil pemeriksaan kesehatan.

Korban mengaku terus dihubungi oleh AY meskipun bukan berkaitan medis.

Karena kondisinya masih belum membaik, QAR lantas kembali memeriksa diri dan dirawat inap di ruang VIP rumah sakit yang sama pada 27-28 September.

AY kemudian mendatangi QAR yang sendirian di ruang rawat inap VIP. Padahal AY bukan dokter yang bertugas di ruang tersebut.

AY diduga menyuruh QAR membuka baju. Ia berdalih akan memeriksa menggunakan stetoskop.

QAR pun terkejut dan tak terpaksa harus menuruti permintaan AY.

Di situlah ia menyadari ada yang tidak beres. Pasalnya, AY berlama-lama mengarahkan stetostop di bagian dada.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved