Jumat, 6 Maret 2026

Berita Gorontalo

Alasan Harga Ikan di Pelelangan Kota Gorontalo Meroket, Sudah Dua Bulan Tak Turun

Harga ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tenda, Kecamatan Hulonthalangi, Kabupaten Gorontalo, masih belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Alasan Harga Ikan di Pelelangan Kota Gorontalo Meroket, Sudah Dua Bulan Tak Turun
FOTO: Mawar Datunsolang
HARGA IKAN GORONTALO -- Harga ikan di wilayah pelelangan Tenda, Kecamatan Hulonthalangi, Kabupaten Gorontalo masih terpantau tinggi. Hingga pertengahan April, harga ikan oci dan beberapa jenis lainnya masih berada di kisaran Rp30.000 per kilogram, bahkan sempat mencapai Rp40.000 per kilogram. FOTO: Mawar Datunsolang 

Reporter: Mawar Datunsolang, Mahasiswa Magang

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Harga ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tenda, Kecamatan Hulonthalangi, Kabupaten Gorontalo, masih belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.

Penyebab utamanya adalah minimnya pasokan dari nelayan lokal yang hingga pertengahan April ini belum stabil kembali.

Pantauan di lapangan menunjukkan, harga ikan oci dan beberapa jenis lainnya masih bertahan di angka tinggi. Oci dijual dengan harga di atas Rp30 ribu per kilogram, bahkan sempat menyentuh Rp40 ribu per kilogram.

Jenis ikan lain seperti ikan alus dan ikan biasa masih berada di kisaran Rp25 ribu sampai Rp30 ribu.

Ino (40), salah satu pedagang ikan di pelelangan Tenda, mengatakan bahwa sebagian besar nelayan lokal belum kembali ke daratan setelah melaut, menyebabkan pasokan harian sangat terbatas.

“Nelayan-nelayan sini belum semua naik ke daratan, masih banyak yang masih di laut. Ikan yang masuk sekarang itu dari luar, seperti dari Taludaa, Bolsel, dan Manado. Nelayan lokal baru dua kapal yang masuk kemarin, sisanya mungkin baru masuk minggu-minggu ini,” ujarnya.

Minimnya pasokan membuat pedagang terpaksa mengandalkan pasokan dari daerah lain dengan ongkos distribusi yang lebih tinggi, yang akhirnya turut memengaruhi harga jual di tingkat pelelangan.

“Kami mau stok banyak juga tidak bisa, karena ikan mahal dan tidak ada jaminan laku. Pasokan sedikit, harga naik, pembeli juga jadi sepi,” tambah Ino.

Kelangkaan pasokan ini juga mulai dirasakan dampaknya oleh para pembeli.

Nanik (35), warga sekitar, mengaku harus mengurangi jumlah pembelian ikan karena harga yang tidak lagi terjangkau untuk kebutuhan rumah tangga.

“Biasanya saya beli satu kilo, sekarang cuma setengah. Kalau mahal begini, tidak cukup uang belanja,” katanya.

Minimnya pasokan ikan juga diperparah dengan belum adanya kepastian dari pihak terkait soal langkah-langkah untuk menstabilkan distribusi dari nelayan lokal.

Belum ada informasi resmi mengenai kapan nelayan akan kembali melaut secara rutin dan kapan pasokan bisa kembali normal.

Sementara itu, isu relokasi sebagian pedagang kecil di area pelelangan juga ikut mencuat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved