Kamis, 19 Maret 2026

Liga Champions

Real Madrid Disingkirkan Arsenal di Liga Champions, Begini Ungkapan Carlo Ancelotti soal Kontrak

Carlo Ancelotti menyinggung kontraknya di Real Madrid setelah Los Blancos disingkirkan Arsenal dari panggung Liga Champions.

Tayang:
Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Real Madrid Disingkirkan Arsenal di Liga Champions, Begini Ungkapan Carlo Ancelotti soal Kontrak
X @MrAncelotti
MASA DEPAN ANCELOTTI - Pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti. Carletto berbicara soal masa depannya di klub usai Real Madrid tersingkir di Liga Champions UEFA 2024/2025. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Carlo Ancelotti menyinggung kontraknya di Real Madrid setelah Los Blancos disingkirkan Arsenal dari panggung Liga Champions.

Real Madrid kalah agregat 1-5 dari Arsenal. Sang juara bertahan keok di dua pertemuan.

Arsenal mampu mengungguli Real Madrid 3-0 di leg pertama dan 1-2 kala bertandang ke Santiago Bernabeu, Kamis (17/4/2025) dini hari Wita.

Berkat kemenangan ini Arsenal berhak melaju ke semifinal Liga Champions UEFA 2024/2025.

Carlo Ancelotti buka suara

Usai pertandingan pagi tadi, pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti berbicara soal masa depannya di klub.

Melansir dari Kompas.com, Kamis (17/4/2025), Ancelotti masih memiliki kontrak hingga musim panas 2026.

Namun posisinya bisa saja terancam jika tak mampu meraih satu pun gelar musim ini.

Saat ditanyai soal kontrak, Ancelotti memilih bungkam.

"Saya tidak bisa bicara soal itu sekarang," ujar Ancelotti di sesi konferensi pers usai laga. 

"Bisa jadi tahun ini, tahun depan saat kontrak saya habis..." 

"Tidak masalah. Tapi saat selesai di sini, saya akan berterima kasih kepada klub."

"Bisa jadi besok, satu tahun lagi, atau 10 tahun lagi, tapi saya akan berterima kasih kepada klub ini. Itu saja. Titik."

Ancelotti masih punya kesempatan memenangi gelar Liga Spanyol walau harus mengejar rival terbesar Barcelona yang unggul di puncak klasemen dengan 70 poin sementara Los Blancos mengoleksi 66 angka. 

Musim masih menyisakan tujuh pertandingan lagi. Los Blancos juga masih akan bermain menghadapi Barcelona di final Copa del Rey pada Sabtu (26/4). 

Namun, Carletto mengutarakan bahwa tahun ini banyak ujian menghampiri tim asuhannya.

"Kami telah bermain sangat bagus dalam beberapa musim terakhir, tetapi tahun ini kami harus menderita," tutur pemenang lima kali Liga Champions tersebut. 

"Segalanya tidak berjalan seperti yang diharapkan, tetapi dalam olahraga itu terjadi karena tidak ada tim yang tidak terkalahkan."

Melansir dari Bolasport.com, Real Madrid sejatinya mendominasi statistik di babak pertama dengan penguasaan bola 68 persen dan melepas 6 tembakan berbanding 4 milik Arsenal.

Baru masuk menit kedua, jala gawang The Gunners bergetar saat umpan tusukan Vinicius Junior dipantulkan dada Kylian Mbappe.

Namun, gol tidak valid karena Mbappe keburu offside.

Arsenal memang jarang mendapatkan momen serangan, tapi sangat berbahaya sekalinya melihat celah.

Bukayo Saka melepaskan ancaman pertama ketika tembakannya melenceng tipis dari gawang Thibaut Courtois.

Kiper Belgia itu kemudian melakukan penyelamatan hebat ketika menepis keluar tendangan melengkung Saka.

Drama terjadi tatkala wasit menunjuk titik putih bagi Arsenal akibat pelanggaran Raul Asencio yang menarik jatuh Mikel Merino.

Eks pemain Real Madrid, Martin Odegaard, awalnya memegang bola dan tampak yang akan mengambil eksekusi.

Namun, dia menyerahkannya kepada Saka.

Apes, winger timnas Inggris itu gagal menyarangkan bola setelah tembakannya ditepis tangan kiri Courtois.

Beberapa saat kemudian, wasit gantian menunjuk titik penalti untuk Real Madrid setelah Mbappe tampak dijatuhkan Declan Rice.

Wasit mengecek kejadian cukup lama untuk mengonfirmasi keputusan akhir melalui VAR karena ada potensi offside dalam insiden tersebut.

Akhirnya ia batal memberikan penalti dan malah mengeluarkan vonis offside buat Mbappe.

Memasuki 45 menit berikutnya, kedua tim masih sama kuat dalam membangun serangan.

Arsenal maupun Real Madrid saling menggempur dan mencoba mengkreasi peluang berbahaya.

Ada klaim penalti dari Madrid saat Jude Bellingham terjatuh, tapi wasit tidak menggubrisnya.

Asyik memburu gol, Los Blancos malah kebobolan akibat gol tembakan cungkil Saka yang melewati badan Courtois setelah menerima umpan Merino.

Hanya, keunggulan Meriam London langsung terbalas dua menit kemudian akibat blunder William Saliba.

Akibat menahan bola di wilayah sendiri, Vinicius mencurinya dari bek Arsenal itu dan menceploskannya ke gawang.

Skor menjadi imbang 1-1, tetapi Arsenal masih unggul jauh dalam agregat.

Kehadiran sederet ancaman tambahan di menit-menit sisa nyatanya malah dimanfaatkan The Gunners dengan mencetak gol penentu kemenangan.

Adalah Gabriel Martinelli yang menghukum Madrid melalui penyelesaian brilian saat berhadapan satu lawan satu dengan Courtois.

Remontada Los Blancos hanya ilusi dan mereka terpaksa absen di semifinal Liga Champions untuk kali pertama dalam lima tahun terakhir.

Sementara itu The Gunners kembali menapaki fase empat besar sejak terakhir pada 2009 dan kini bersiap menghadapi PSG.

 


Artikel ini telah tayang di Kompas.com dan Bolasport.com

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved