Mahasiswa UNG Hanyut
Ibu Mahasiswa KKN Gorontalo Sempat Pingsan Dengar Anaknya Hanyut di Sungai Bulawa
Kisman Pakaya bagikan cerita istrinya yang pingsan begitu dengar sang anak, mahasiwa KKN Gorontalo jurusan Teknik Geologi UNG hanyut di Sungai Bulawa,
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/KELUARGA-KORBAN-SELAMAT-Korban-selamat-dalam-insiden.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Kisman Pakaya bagikan cerita istrinya yang pingsan begitu dengar sang anak, mahasiwa KKN Gorontalo jurusan Teknik Geologi UNG hanyut di Sungai Bulawa, Selasa (15/4/2025).
Kisman adalah ayah dari Fiqri Fariz Pakaya, mahasiswa usia 21 tahun yang selamat dari maut pada Selasa (15/2025) kemarin.
Fiqri bersama 10 temannya yang awalnya pergi untuk penelitian, nyaris tewas gara-gara insiden air bah yang menerjang Sungai Bulawa di Desa Dunggilata.
"Kami malam itu langsung panik saat mendengar informasi dari Gorontalo," ungkapnya kepada Tribun Gorontalo.
Baca juga: Ramalan Zodiak Aquarius dan Leo Besok Kamis 17 April 2025: Cinta, Kesehatan, Karier
Dia mengatakan bahwa istrinya Hartati Angonga sempat pingsan saat mendengar anaknya meninggal dunia.
"Saat dapat kabar, istri saya teriak kemudian langsung jatuh pingsan," ujarnya sambil memegang kepalanya.
Ia pun dalam kondisi itu sangat panik dan lari ke sana dan kemari menginfokan ke keluarga yang bertetangga.
"Saya saja saat itu lari ke sana dan kemari, berhubung kan kami sekeluarga itu hanya berdekatan," jelasnya.
Saat itu juga sekitar pukul 01.00 Wita, Rabu (16/4/2025).
Mereka berangkat dari rumahnya Desa Kowala Besar Kabupaten Buol, Provinsi Sulawesi Tengah.
Sampai di Gorontalo mereka sekeluarga sekitar pukul 05.30 Wita.
"Kami berangkat malam sampai di sini sudah pagi," jelasnya.
Tak hanya mereka berdua ketiga kakanya saat ini juga berada di rumah sakit begitu juga dengan sanak keluarga lainnya.
Kisman mengungkapkan saat ini anaknya tidak bisa bicara dan makan karena bibirnya terluka.
Bagian dahinya pun terluka dengan lima jahitan.
"Susah makan pak itu hanya minum jus saja," bebernya.
Ia juga menerangkan badan anaknya masih sakit namun tidak cedera.
"Kalau badannya itu Alhamdulillah baik-baik saja, tangan tidak ada yang patah," jelasnya.
Ia juga mengatakan bahwa biaya rumah sakit akan ditanggung oleh pihak kampus.
"Saya dengar tadi kata akan ditanggung kampus semua," terangnya.
Dari pantauan Tribun Gorontalo di lapangan, keluarga korban sudah berada di rumah sakit.
Terlihat korban itu masih sangat lemas, saat akan ke kamar mandi ia pun ia harus dibantu oleh anggota keluargnya.
Kronologi dari Pihak UNG
Kepala Pusat Studi KKN, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (PPPM) Universitas Negeri Gorontalo, Rosbin Pakaya mengungkap kronologi 10 mahasiswa KKN UNG yang terseret arus sungai di Kecamatan Bulawa, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo pada Selasa (15/04/2025)
Rosbin Pakaya menjelaskan sebelum kejadian para mahasiswa tersebut naik gunung untuk melakukan pemetaan pada Selasa pukul 10.00 Wita.
"Setelah melakukan pemetaan (di gunung), mereka turun sekitar jam 3 atau jam 4 sore," ungkapnya melalui video.
Saat para mahasiswa turun dari lokasi penelitian, muncul banjir bandang.
"Tiba-tiba ketika mereka turun itu ada air bah yang tiba-tiba menghantam mereka," jelasnya
Dia mengungkap saat dihantam banjir bandang, kesepuluh mahasiswa KKN tersebut terpisah.
"Ada yang masih sempat singgah di batu, ada yang langsung jatuh ke bawah," katanya
Dia mengungkap akibatnya 2 mahasiswa meninggal saat peristiwa tersebut.
"Dua orang meninggal berjenis kelamin perempuan," katanya.
Dia menambahkan lima mahasiswa masih dievakuasi di lokasi.
"Satu orang lagi masih dicari, belum didapat berjenis kelamin perempuan," katanya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.