Seleksi Sekda Kabupaten Gorontalo
Satu Calon Sekda Kabupaten Gorontalo Terjerat Kasus Korupsi, Auto Dicoret Panitia
Seorang peserta seleksi terbuka calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gorontalo tahun 2025 dicoret panitia pelaksana.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kantor-Bupati-Gorontalo-Saat-ini-berlangsung-Seleksi-Sekda-Kabupaten-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Seorang peserta seleksi terbuka calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gorontalo tahun 2025 dicoret panitia pelaksana.
Hal itu lantaran sang peserta yang merupakan kepala dinas (kadis) itu terjerat kasus korupsi.
Ia adalah Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Gorontalo, Heriyanto Kodai.
Tercatat Heriyanto resmi dicoret dari daftar peserta oleh Panitia Seleksi (Pansel) setelah tersandung kasus dugaan korupsi proyek jalan Samaun Pulubuhu–Bolihuangga.
Baca juga: 13 Calon Sekda Kabupaten Gorontalo Ikuti Seleksi Penulisan Makalah dan Wawancara, Ini Daftar Namanya
Proyek tersebut ditaksir merugikan negara sebesar Rp1,1 miliar.
“Iya, beliau sudah tidak ikut lagi,” ungkap Penjabat Sekda Kabupaten Gorontalo, Trizal Entengo, saat dikonfirmasi usai memantau pelaksanaan tahapan seleksi, Selasa (15/4/2025).
Trizal menjelaskan, Heriyanto sebelumnya merupakan salah satu dari 14 nama yang mendaftar dalam seleksi Sekda.
Namun, setelah ditetapkan sebagai tersangka, statusnya otomatis gugur.
“Dari 14 pendaftar, satu tersandung masalah, jadi tinggal 13 peserta yang lanjut,” jelasnya.
Seleksi Berjalan Sesuai Tahapan
Meski diwarnai pengurangan peserta, proses seleksi tetap berjalan sesuai jadwal.
Hari ini para calon Sekda mengikuti dua tahapan penting, yakni penulisan makalah dan tes wawancara, yang digelar sejak pagi hingga sore.
“Hari ini lengkap, 13 peserta hadir dan ikut seluruh tahapan,” ujar Trizal.
Salah satu peserta seleksi, Yusran Lapananda, mengatakan dirinya sudah terbiasa mengikuti proses seleksi pejabat tinggi. Ia bahkan menyebut ini adalah kali ke-15 dirinya mengikuti seleksi serupa.
“Kalau soal materi, tidak perlu belajar khusus, karena semuanya soal kompetensi dan potensi. Yang penting saya jaga kondisi agar tetap fit,” tuturnya.
Sementara peserta lainnya, Rahmat Pomalingo, mengaku ini adalah kali pertama ia ikut dalam seleksi jabatan tinggi pratama.
Meski begitu, ia merasa nyaman dengan suasana seleksi.
“Ini pengalaman pertama, tapi alhamdulillah semua peserta saling menyapa, santai, tidak ada ketegangan,” ujarnya.
Daftar Peserta Tersisa
Berikut 13 nama peserta seleksi terbuka jabatan Sekda Kabupaten Gorontalo 2025 yang masih bertahan:
1.Bambang Supriyanto - Kepala Bagian Perekonomian
2.Rahmat A Pomalingo – Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Gorontalo
3.Rahmat Dony Lahatie – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gorontalo
4.Sugondo A Makmur – Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Gorontalo
5.Sumanti Maku – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Gorontalo
6.Safwan Bano – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Gorontalo
7.Ismail Akase – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo
8.Haris Latif – Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Gorontalo Utara
9.Andris Amir – Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Gorontalo
10.Abd. Manaf Dunggio – Widya Ahli Madya Kabupaten Gorontalo
11.Cokro R Katilie – Kepala Bappeda Kabupaten Gorontalo
12.Haris Suparto Tome – Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Gorontalo
13.Yusran Lapananda – Staf Ahli Bupati (era Nelson Pomalingo) Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik
Panitia mengingatkan seluruh peserta untuk mengikuti tata tertib seleksi, termasuk larangan membawa catatan referensi, berbicara dengan sesama peserta saat ujian, dan kewajiban hadir tepat waktu. Keputusan panitia bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.